Rabu, 01 Mei 2013

Kompensasi berujung politisasi

Kompensasi berujung politisasi
Kenaikan harga BBM tahun ini akan tergantung kepada kompensasi yang akan didiskusikan oleh pemerintah dengan DPR. Enam kompensasi yang dijanjikan pemerintah antara lain adalah Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), beras miskin, beasiswa miskin, program keluarga harapan (PKH), bantuan-bantuan pusat dan daerah, dan kesetiakawanan sosial seperti pasar murah dari BUMN dan swasta.
Wakil Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan mekanisme ini pernah terjadi di tahun 2005 hingga 2008 lalu di mana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga memberikan kompensasi bagi kenaikan BBM bersubsidi.
Namun, Harry mengatakan, pembahasan kompensasi kenaikan BBM akan sangat alot di tingkat DPR. Pasalnya, saat ini merupakan tahun politik menjelang Pemilu 2014 nanti.
"Ini berulang tahun 2005 hingga 2008 lalu, di mana BLT dianggap pencitraan. Memang semua orang berkepentingan di tengah tahun politik ini," ujar Harry saat dihubungi oleh merdeka.com, Selasa (30/4).
Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebelumnya mengatakan pemerintah telah melakukan pengkajian dan belajar dari tahun 2005 lalu di mana kenaikan BBM bersubsidi naik tajam dari 15 persen menjadi 17 persen. "Jadi pengalaman-pengalaman itu menjadi pelajaran," ujar Hatta, Selasa (30/4).
Tahun 2008, pemerintah mengalokasikan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 14,1 triliun termasuk dana operasional. Namun, langkah ini menuai kritik karena dinilai tidak efektif mengurangi kemiskinan. Alih-alih mengkompensasi kenaikan BBM, banyak pengamat menganggap ini hanya sogokan menjelang Pemilu 2009 lalu.
Tahun lalu, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan dana kompensasi kenaikan BBM yang dicadangkan jika harga BBM naik. Besarannya adalah Rp 30,6 triliun. Biaya tersebut termasuk Bantuan Langsung Sementara Masyarakat sebesar Rp 150.000 per bulan selama 9 bulan.
Belajar dari 2008 lalu, nyatanya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali terpilih untuk kedua kalinya.
[rin]

Hadapi Jerez, Lorenzo fokus ke puncak klasemen

Hadapi Jerez, Lorenzo fokus ke puncak klasemen
Pebalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo mengaku akan tetap tenang dan fokus mengincar puncak klasemen sementara pebalap menjelang MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez akhir pekan ini.
Bersama Marc Marquez, kini Lorenzo berada di puncak klasemen dengan mengoleksi 41 poin. Setelah finis ketiga di MotoGP Austin, Lorenzo pun memprediksi Yamaha Factory Racing bisa tampil lebih kompetitif di Jerez.
"Kami akhirnya akan menghadapi Jerez. Sirkuit ini sangat menyenangkan dan istimewa bagi semua pebalap Spanyol. Kami juga selalu didukung oleh banyak penggemar," ujarnya. "Jerez merupakan salah satu sirkuit favorit saya dan kami akan tampil kompetitif di sana."
Meski begitu, Lorenzo berpendapat bahwa lintasan lurus Jerez yang pendek bisa mempersulit motor YZR-M1 miliknya. Namun ia yakin karakter Jerez yang cenderung mengalir bisa mempermudah lajunya.
"Kami harus tetap tenang dan memikirkan klasemen karena musim ini masih panjang," lanjutnya. "Biasanya, Jerez cocok untuk Yamaha. Jerez lebih kecil ketimbang Austin dan lintasan lurusnya lebih pendek. Area inilah kelemahan kami, namun tikungan-tikungan yang mengalir akan membantu kami," tutupnya. (cn/kny)
Hadapi Jerez, Lorenzo fokus ke puncak klasemen
Pebalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo mengaku akan tetap tenang dan fokus mengincar puncak klasemen sementara pebalap menjelang MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez akhir pekan ini.
Bersama Marc Marquez, kini Lorenzo berada di puncak klasemen dengan mengoleksi 41 poin. Setelah finis ketiga di MotoGP Austin, Lorenzo pun memprediksi Yamaha Factory Racing bisa tampil lebih kompetitif di Jerez.
"Kami akhirnya akan menghadapi Jerez. Sirkuit ini sangat menyenangkan dan istimewa bagi semua pebalap Spanyol. Kami juga selalu didukung oleh banyak penggemar," ujarnya. "Jerez merupakan salah satu sirkuit favorit saya dan kami akan tampil kompetitif di sana."
Meski begitu, Lorenzo berpendapat bahwa lintasan lurus Jerez yang pendek bisa mempersulit motor YZR-M1 miliknya. Namun ia yakin karakter Jerez yang cenderung mengalir bisa mempermudah lajunya.
"Kami harus tetap tenang dan memikirkan klasemen karena musim ini masih panjang," lanjutnya. "Biasanya, Jerez cocok untuk Yamaha. Jerez lebih kecil ketimbang Austin dan lintasan lurusnya lebih pendek. Area inilah kelemahan kami, namun tikungan-tikungan yang mengalir akan membantu kami," tutupnya. (cn/kny)

5 Pasangan artis dan politisi ini bertarung di Pemilu 2014

5 Pasangan artis dan politisi ini bertarung di Pemilu 2014Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah merilis daftar nama caleg sementara yang diserahkan 12 partai politik peserta Pemilu 2014. Persaingan antar tokoh politik, artis, mantan pejabat, hingga purnawirawan TNI dan Polri turut mewarnai.

Dari 6.576 nama bakal caleg yang telah didaftarkan ada beberapa yang merupakan pasangan, baik yang masih berpacaran atau yang sudah menikah. Ditempatkan di daerah pemilihan yang berbeda, mereka tentu saja berharap bisa melaju ke Senayan untuk mewakili rakyat.

Siapa saja mereka? berikut 5 pasangan yang menjadi bakal caleg yang akan bertarung di Pemilu 2014.

1. Ikang Fawzi dan Marissa Haque

Pasangan suami istri ini diusung oleh Partai Amanat Nasional. Ikang Fawzi akan kembali mengulang kiprahnya sebagai caleg dalam Pemilu 2014. Rocker gaek itu ditempatkan PAN di dapil Jawa Barat II. Sebelumnya dalam Pemilu 2009, Ikang menjadi caleg PAN di dapil Banten I (Lebak dan Pandeglang).

Di Pemilu 2014, dia akan bersaing dengan sejumlah artis seperti Dede Yusuf, Mel Shandy, Rachel Maryam, dan Andre Hehanusa memperebutkan 1 dari 10 kursi jatah ke Senayan.

Sedangkan sang istri, Marissa Haque ditempatkan di dapil Bengkulu yang punya jatah 4 kursi. Pemilu kali ini bukan yang pertama bagi Marissa. Dia pernah menjadi wakil rakyat dari PDI Perjuangan pada Pemilu 2004 dari dapil Jabar 2 (Kabupaten Bandung). Perolehan suara Marissa cukup tinggi bahkan mengungguli politikus senior PDI Perjuangan Taufiq Kiemas.

Namun, karier Marissa di DPR tidak tuntas. Dia memutuskan ikut bertarung di Pilgub Banten 2006 berpasangan dengan politikus PKS Zulkifliemansyah, namun kalah. Setelah itu Marissa keluar dari DPR, sempat bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan menjadi caleg dari dapil Jabar 1 (Kota Bandung dan Cimahi) tapi gagal lolos ke Senayan.


2. Gading Marten dan Gisella Anastasia

Gading Marten awalnya dikenal sebagai anak aktor senior Roy Marten. Kiprah Gading di dunia entertainment cukup banyak. Dia bermain sinetron, presenter acara musik, film, hingga bernyanyi.

Pemilu 2014 akan menjadi debutnya sebagai caleg. Dia diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan ditempatkan di dapil DKI Jakarta 1 memperebutkan jatah enam kursi yang ada.

Pasangannya, Gisella Anastasia alias Gisel Idol juga diusung PAN dan akan memperebutkan jatah 7 kursi dapil Jawa Barat 1. Selain dikenal sebagai penyanyi, Gisel juga sering tampil di layar kaca sebagai salah satu sinden di acara komedi di salah satu stasiun televisi.

Kabar terakhir, pasangan ini akan meresmikan hubungan mereka dengan naik ke pelaminan pada 14 September 2013 mendatang.5 Pasangan artis dan politisi ini bertarung di Pemilu 2014

3. Venna Melinda dan Ivan Fadilla

Venna Melinda kembali bertarung di Pemilu 2014 dengan menjadi caleg Partai Demokrat dari dapil Jawa Timur VI yang meliputi Kabupaten Tulungagung, Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Blitar.

None Jakarta 1993 dan Putri Indonesia 1994 ini merupakan incumbent di dapil yang sama pada Pemilu 2009 dan akan mencoba peruntungannya lagi dalam pemilu mendatang untuk memperebutkan satu dari 9 kursi yang ada.

Suaminya, Ivan Fadilla juga dicalonkan Partai Demokrat dan ditempatkan di dapil Lampung 1 untuk memperebutkan satu dari sembilan kursi yang tersedia.

Sayangnya, pasangan ini kini dalam proses perceraian. Venna menggugat cerai Ivan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Persidangan keduanya masih berjalan.5 Pasangan artis dan politisi ini bertarung di Pemilu 2014

4. Syarifuddin Hasan dan Ingrid Kansil

Pasangan ini merupakan kader Partai Demokrat. Syarif Hasan yang kini menjadi ketua harian Partai Demokrat akan bertarung di dapil Jawa Barat III. Pada Pemilu 2009 lalu, Syarif lolos ke Senayan. Namun karena dipilih oleh Presiden SBY untuk menduduki kursi jabatan Menteri Koperasi dan UKM, Syarif meninggalkan kursinya di DPR. Dia akan memperebutkan satu dari 9 kursi yang tersedia.

Sementara sang istri, model iklan Ingrid Kansil juga dicalonkan oleh Partai Demokrat dari dapil Jawa Barat IV. Ingrid adalah incumbent dari dapil itu dan akan memperebutkan salah satu dari jatah 6 kursi.5 Pasangan artis dan politisi ini bertarung di Pemilu 2014

5. Dimyati Natakusumah dan Irna Narulita

Pasangan ini merupakan pasangan incumbent di DPR. Dimyati Natakusumah dan Irna Narulita lolos ke Senayan pada Pemilu 2009 lalu. Keduanya merupakan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari dapil Banten 1 (Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak).Maklum saja, mereka lolos ke Senayan karena sebelumnya Dimyati adalah Bupati Pandeglang. Dengan modal popularitas dan pengaruhnya, pasangan ini menjadi anggota DPR periode 2009-2014.Di Pemilu 2014, Dimyati ditempatkan PPP di dapil DKI Jakarta 3 yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Dia akan memperebutkan jatah 8 kursi yang tersedia.

Sedangkan Irna, akan bertarung lagi di dapil Banten 1. Tentu saja, dia berharap popularitasnya masih bisa memikat para pemilih untuk mengantarnya kembali ke Senayan.5 Pasangan artis dan politisi ini bertarung di Pemilu 2014

5 Pasangan artis dan politisi ini bertarung di Pemilu 2014

5 Pasangan artis dan politisi ini bertarung di Pemilu 2014Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah merilis daftar nama caleg sementara yang diserahkan 12 partai politik peserta Pemilu 2014. Persaingan antar tokoh politik, artis, mantan pejabat, hingga purnawirawan TNI dan Polri turut mewarnai.

Dari 6.576 nama bakal caleg yang telah didaftarkan ada beberapa yang merupakan pasangan, baik yang masih berpacaran atau yang sudah menikah. Ditempatkan di daerah pemilihan yang berbeda, mereka tentu saja berharap bisa melaju ke Senayan untuk mewakili rakyat.

Siapa saja mereka? berikut 5 pasangan yang menjadi bakal caleg yang akan bertarung di Pemilu 2014.

1. Ikang Fawzi dan Marissa Haque

Pasangan suami istri ini diusung oleh Partai Amanat Nasional. Ikang Fawzi akan kembali mengulang kiprahnya sebagai caleg dalam Pemilu 2014. Rocker gaek itu ditempatkan PAN di dapil Jawa Barat II. Sebelumnya dalam Pemilu 2009, Ikang menjadi caleg PAN di dapil Banten I (Lebak dan Pandeglang).

Di Pemilu 2014, dia akan bersaing dengan sejumlah artis seperti Dede Yusuf, Mel Shandy, Rachel Maryam, dan Andre Hehanusa memperebutkan 1 dari 10 kursi jatah ke Senayan.

Sedangkan sang istri, Marissa Haque ditempatkan di dapil Bengkulu yang punya jatah 4 kursi. Pemilu kali ini bukan yang pertama bagi Marissa. Dia pernah menjadi wakil rakyat dari PDI Perjuangan pada Pemilu 2004 dari dapil Jabar 2 (Kabupaten Bandung). Perolehan suara Marissa cukup tinggi bahkan mengungguli politikus senior PDI Perjuangan Taufiq Kiemas.

Namun, karier Marissa di DPR tidak tuntas. Dia memutuskan ikut bertarung di Pilgub Banten 2006 berpasangan dengan politikus PKS Zulkifliemansyah, namun kalah. Setelah itu Marissa keluar dari DPR, sempat bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan menjadi caleg dari dapil Jabar 1 (Kota Bandung dan Cimahi) tapi gagal lolos ke Senayan.


2. Gading Marten dan Gisella Anastasia

Gading Marten awalnya dikenal sebagai anak aktor senior Roy Marten. Kiprah Gading di dunia entertainment cukup banyak. Dia bermain sinetron, presenter acara musik, film, hingga bernyanyi.

Pemilu 2014 akan menjadi debutnya sebagai caleg. Dia diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan ditempatkan di dapil DKI Jakarta 1 memperebutkan jatah enam kursi yang ada.

Pasangannya, Gisella Anastasia alias Gisel Idol juga diusung PAN dan akan memperebutkan jatah 7 kursi dapil Jawa Barat 1. Selain dikenal sebagai penyanyi, Gisel juga sering tampil di layar kaca sebagai salah satu sinden di acara komedi di salah satu stasiun televisi.

Kabar terakhir, pasangan ini akan meresmikan hubungan mereka dengan naik ke pelaminan pada 14 September 2013 mendatang.5 Pasangan artis dan politisi ini bertarung di Pemilu 2014

3. Venna Melinda dan Ivan Fadilla

Venna Melinda kembali bertarung di Pemilu 2014 dengan menjadi caleg Partai Demokrat dari dapil Jawa Timur VI yang meliputi Kabupaten Tulungagung, Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Blitar.

None Jakarta 1993 dan Putri Indonesia 1994 ini merupakan incumbent di dapil yang sama pada Pemilu 2009 dan akan mencoba peruntungannya lagi dalam pemilu mendatang untuk memperebutkan satu dari 9 kursi yang ada.

Suaminya, Ivan Fadilla juga dicalonkan Partai Demokrat dan ditempatkan di dapil Lampung 1 untuk memperebutkan satu dari sembilan kursi yang tersedia.

Sayangnya, pasangan ini kini dalam proses perceraian. Venna menggugat cerai Ivan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Persidangan keduanya masih berjalan.5 Pasangan artis dan politisi ini bertarung di Pemilu 2014

4. Syarifuddin Hasan dan Ingrid Kansil

Pasangan ini merupakan kader Partai Demokrat. Syarif Hasan yang kini menjadi ketua harian Partai Demokrat akan bertarung di dapil Jawa Barat III. Pada Pemilu 2009 lalu, Syarif lolos ke Senayan. Namun karena dipilih oleh Presiden SBY untuk menduduki kursi jabatan Menteri Koperasi dan UKM, Syarif meninggalkan kursinya di DPR. Dia akan memperebutkan satu dari 9 kursi yang tersedia.

Sementara sang istri, model iklan Ingrid Kansil juga dicalonkan oleh Partai Demokrat dari dapil Jawa Barat IV. Ingrid adalah incumbent dari dapil itu dan akan memperebutkan salah satu dari jatah 6 kursi.5 Pasangan artis dan politisi ini bertarung di Pemilu 2014

5. Dimyati Natakusumah dan Irna Narulita

Pasangan ini merupakan pasangan incumbent di DPR. Dimyati Natakusumah dan Irna Narulita lolos ke Senayan pada Pemilu 2009 lalu. Keduanya merupakan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari dapil Banten 1 (Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak).Maklum saja, mereka lolos ke Senayan karena sebelumnya Dimyati adalah Bupati Pandeglang. Dengan modal popularitas dan pengaruhnya, pasangan ini menjadi anggota DPR periode 2009-2014.Di Pemilu 2014, Dimyati ditempatkan PPP di dapil DKI Jakarta 3 yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Dia akan memperebutkan jatah 8 kursi yang tersedia.

Sedangkan Irna, akan bertarung lagi di dapil Banten 1. Tentu saja, dia berharap popularitasnya masih bisa memikat para pemilih untuk mengantarnya kembali ke Senayan.5 Pasangan artis dan politisi ini bertarung di Pemilu 2014

Cerita Maria Kozhevnikova, politikus seksi yang gemparkan Rusia

Cerita Maria Kozhevnikova, politikus seksi yang gemparkan Rusia
Belakangan ini beredar foto-foto seksi artis cantik Indonesia yang banting setir dan mencoba peruntungan di dunia politik. Mereka masuk partai politik dan mencalonkan diri menjadi calon legislatif mewakili daerahnya masing-masing.
Sebut saja Angel Lelga, Lyra Virna, hingga Venna Melinda. Kemunculan mereka cukup menarik perhatian publik. Sebab, penampilan mereka saat ini jauh berbeda dengan penampilan sebelum-sebelumnya.
Pengguna internet dan BlackBerry dihebohkan dengan foto-foto masa lalu para caleg seksi ini. Tentu saja ini menjadi obrolan hangat di jejaring sosial.
Tapi, mereka belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Maria Kozhevnikova, 27 tahun. Dia adalah politikus cantik yang menghebohkan publik Rusia. Maria terpilih menjadi anggota parlemen pada 2011 lalu. Terpilihnya Maria cukup mengejutkan dan menimbulkan pro kontra. Mengapa demikian?
Alasannya, Maria Kozhevnikova adalah seorang model majalah dewasa Playboy yang sangat berani tampil buka-bukaan di depan kamera. Foto-foto pose panas Maria Kozhevnikova dari berbusana minim hingga tanpa sehelai benang pun sudah beredar luas di dunia maya.
Kabar yang berhembus menyebutkan, Maria Kozhevnikova bisa melenggang mulus menjadi anggota parlemen lantaran kedekatannya dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin. Dia dituding memanfaatkan model seksi untuk kepentingan politik partai yang dipimpinnya yakni Rusia Bersatu atau United Russia.
Dikutip dari Daily Mail, Maria sendiri mengaku kaget ketika dirinya ditunjuk sebagai anggota parlemen.
"Bagi saya, (penunjukan sebagai anggota parlemen) ini adalah peristiwa besar dalam kehidupan saya," ungkap Kozhevnikova setelah dilantik sebagai anggota parlemen di penghujung 2011 lalu.
Dia ditunjuk sebagai wakil rakyat dari wilayah Tomsk, Siberia. Gaya bicaranya pun kini bak seorang politikus handal. Maria Kozhevnikova yang mewakili kaum muda berjanji mengedepankan kepentingan generasi muda. Dia juga berjanji memprioritaskan pendidikan dan lapangan kerja, Maria Kozhevnikova berjanji akan berusaha meningkatkan peran kaum hawa dalam pemerintahan.
"Saya hanya warga biasa dengan berbagai masalah yang saya hadapi setiap hari. Tetapi, mulai hari ini, saya punya kesempatan untuk membicarakan banyak hal dan berusaha memecahkan permasalahan yang terjadi dalam masyarakat," kata anggota garda muda dari partai Rusia Bersatu.
[ren]

Krisis pede, parpol pilih artis jadi caleg

Krisis pede, parpol pilih artis jadi caleg
Partai Politik (Parpol) mulai banyak yang merekrut artis untuk menjadi calon anggota legislatif (caleg) dalam Pemilu 2014. Hanya untuk popularitas dan tidak ingin bekerja keras memenangkan kader menjadi alasan memilih artis.

Menurut peneliti Forum Pemantau Parlemen (Formapi), Lucius Karus menilai kinerja artis yang sudah menjadi anggota legislatif tidak semuanya buruk. Sebagian di antaranya sudah mampu bersaing dengan anggota DPR non artis.

"Saya tidak mengatakan semua anggota DPR dari kalangan artis baik dan buruk. Tetapi memang ada 3 sampai 4 artis yang selama ini saya lihat bisa membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi yang sama dengan anggota DPR bukan dari artis," ujar Lusius kepada merdeka.com, Minggu (28/4).

Menurutnya, artis yang mampu bersaing dan berkompeten karena memang direkrut oleh parpol tidak secara instan. Namun, melalui proses kaderisasi sehingga memiliki kematangan berpolitik saat menjadi anggota legislatif.

"Perekrutan artis kan kebanyakan mendadak dan menyebabkan berideologis pragmatis sekarang ini mendominasi. Kalau dulu memang berideologi benar memperjuangkan rakyat," jelasnya.

Berbeda dengan Lusius, Ketua Formapi Sebastian Salang mengatakan, banyak parpol yang merekrut caleg artis karena tidak percaya diri dengan hasil survei. Sedangkan, tidak ada investasi yang baik yang dilakukan oleh partai untuk mengembalikan kepercayaan tersebut.

"Karena itu jualan mereka ya artis-artis yang terkenal itu. Itu salah satu cara. Yang kedua, ya uang. Tapi kan jalan pintas yang paling mudah merekrut artis sebanyak-banyaknya untuk mendulang suara. Akhirnya kemudian yang dikorbankan adalah kualitasnya, pengalaman politiknya. Sehingga kalau kepilih nanti, artis-artis itu kebingungan sendiri," jelas Sebastian.

Berbeda dengan artis-artis yang sudah dibina. Artinya, parpol seakan tidak peduli dengan kualitas DPR, namun lebih perduli dengan elektabilitas.

Sementara itu, Angel Lelga, artis yang sempat menikah siri dengan Rhoma Irama kini bergabung dengan PPP dan mencalonkan diri sebagai Caleg DPR Dapil Jateng pada 2014. Bahkan, PPP pun tak tanggung-tanggung akan menempatkan artis yang identik berpakaian seksi tersebut ke komisi VIII yang membidangi Keagamaan.

Lusius sebagai peneliti Formapi mengaku kaget dan menilai PPP terlalu percaya diri jika Angel akan terpilih dan menang. Pasalnya, penyanyi dangdut tersebut dianggap tidak mumpuni jika di tempatkan di komisi VIII, maupun komisi lainnya karena hanya menjual popularitas.

"Hah, percaya diri sekali PPP pasti menang dan terpilih. Saya kira Angel tidak capable, mau ditempatkan di komisi delapan ga bisa mengikuti, di komisi I juga tidak bisa. Ya karena menjual popularitas," tegas Lusius.

Untuk itu, dia berharap masyarakat lebih melek pengetahuan. Pasalnya, wakil rakyat yang dipilihnya nanti harus benar-benar berkualitas.

"Nanti akan teruji di pemilu, apakah masyarakat tidak senang Angel Lelga itu masuk partai atau masyarakat senang. Kalau dulu dia sering buka-buka di infotainment, mungkin aja masyarakat juga seneng. Kita enggak tahu. Tapi sekarang dia sudah tutup semua dan masyarakat senang, jadi pilih dia. Tapi nanti akan ditentukan di pemilu," terangnya.
[tyo]