Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Desember 2015

FNPBI Minta Pemda Tegas Soal Upah



Ketua FNPBI Sulawesi Tengah, Muh Ikbal A Ibrahim. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com -
Ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Sulawesi Tengah Muh Ikbal A Ibrahim mendorong pemerintah daerah tegas dalam pelaksanaan upah minimum provinsi (UMP) 2016 yakni Rp1.670.000.

Dijelaskan, UMP dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Sulawesi tengah sudah ditetapkan yang dituangkan dalam surat keputusan gubernur untuk tingkat provinsi dan surat keputusan wali kota/bupati di tiap daerah.

Kamis, 30 Mei 2013

4 Pengusaha dermawan Indonesia versi Forbes

Majalah bisnis terkemuka, Forbes, melansir daftar orang kaya yang dermawan di kawasan Asia. Ada 48 orang kaya yang masuk jajaran 48 Heroes of Philanthropy.
Mereka dianggap dermawan atau baik hati lantaran kerap membuat program-program kemanusiaan dengan dana yang besar dari perusahaan. Pengusaha yang dicap dermawan oleh Forbes, tergolong cukup rajin membantu masyarakat miskin dengan pelbagai program yang inovatif.
Dari 48 orang yang masuk jajaran pengusaha dermawan se-Asia, ada empat orang pengusaha Indonesia di dalamnya.
Di dalam negeri, kita memang sering melihat pelbagai aksi kemanusiaan yang dilakukan pengusaha. Namun, tidak semua pengusaha di Indonesia yang kerap melakukan aksi kemanusiaan, masuk jajaran orang dermawan versi Forbes.
Forbes punya penilaian khusus. Salah satu yang masuk jajaran pengusaha dermawan adalah mantan Wakil Presiden yang kini menjabat sebagai ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla .
Siapa saja pengusaha dermawan dari Indonesia versi Forbes? Berikut empat orang tersebut.

1. Anne Avantie (perancang busana)

Anne Avantie menjadi penyokong dana untuk Wisma Kasih Bunda. Wisma Kasih Bunda ialah sebuah rumah di Semarang untuk anak-anak dengan hidrosefalus dan gangguan lainnya.Â
Anne telah membantu lebih dari 800 anak sejak dia pertama kali mendirikan fasilitas tersebut pada 2002. Dia juga membantu membayar biaya medis hingga USD 2.000 atau setara Rp 19,6 juta per anak.Â
Sebagai social entrepreneur dia juga membiayai pelatihan dan lokakarya untuk penjahit, mahasiswa dan ibu rumah tangga. Wanita berumur 49 tahun ini turut membuka Pendopo, sebuah toko yang menjual pakaian hasil para penjahit lokal.







2. Muhammad Jusuf Kalla (pemilik Kalla Grup)

Salah satu mantan Wakil Presiden Indonesia ini telah bersumpah untuk meningkatkan kinerja bank darah nasional dalam upaya meningkatkan pasokan kepada pasien rumah sakit dan korban bencana.?
Kalla Foundation, yayasan sosial yang telah berdiri selama 29 tahun bentukannya ini, telah menyumbang USD 1,3 juta atau setara Rp 12,7 miliar tahun lalu. Dana tersebut diperuntukkan membangun sekolah khusus anak-anak miskin di Bone, Sulawesi Selatan dan menanam 10.000 pohon di sepanjang hamparan pantai Sulawesi Selatan.?
Yayasan ini didanai melalui melalui perusahaan swasta yakni Kalla Grup yang bergerak di bidang usaha otomotif dan properti. Jusuf Kalla juga memutuskan memberi 20 persen keuntungan dari proyek pembangkit listrik tenaga air di Sulawesi Tengah milik Kalla Grup untuk yayasan.
4 Pengusaha dermawan Indonesia versi Forbes

3. Tahir (pemilik Mayapada Grup)

Pendiri Mayapada Grup ini terkenal menjadi salah satu pendonor pada mahasiswa dan perguruan tinggi. Yayasan miliknya, Yayasan Tahir, pada April lalu berjanji akan menyumbang dana mencapai USD 25 juta atau sekitar Rp 245 miliar untuk satu tujuan ambisius yakni memberantas penyakit polio di Indonesia pada 2018.
Angka tersebut sama besarannya dengan yang akan dikeluarkan Yayasan Bill dan Melinda Gates dalam mendorong vaksinasi dan kampanye pendidikan. Sumbangan tersebut merupakan bagian dari total kebutuhan dana sebesar USD 200 juta untuk lebih dari 5 tahun dalam mendukung kesehatan masyarakat dalam memberantas penyakit menular seperti TBC, malaria dan HIV.
Setiap yayasan ini akan menyumbang dana mencapai USD 100 juta.

4. Irwan Hidayat (pemilik Sido Muncul Grup)

Pemilik Grup Sido Muncul ini rata-rata menghabiskan USD 280.000 atau setara Rp 2,7 miliar setiap tahun untuk mengadakan program Mudik Gratis. Program ini diperuntukkan pada pekerja berpenghasilan rendah di wilayah Jakarta selama liburan Islam Idul Fitri.
Dimulai sejak 22 tahun yang lalu, program ini telah memberikan mudik gratis pada sekitar total 190.000 orang. Saat ini, mudik gratis telah menyewa sekitar 300 bus per tahun.
Sejak 2010 dia juga menghabiskan USD 2,5 juta atau Rp 122,5 miliar per tahun untuk operasi mata gratis bagi 12.000 orang penderita katarak. Program ini bekerjasama dengan 97 rumah sakit swasta dan 100 rumah sakit militer di seluruh negeri.
Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki penderita penyakit katarak tertinggi di Asia Tenggara.


Rabu, 01 Mei 2013

Gabung ke Indosiar, penjualan saham SCTV dihentikan

Gabung ke Indosiar, penjualan saham SCTV dihentikan
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan penghentian sementara saham (suspensi) PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Suspensi tersebut lantaran adanya penggabungan antara SCTV dan PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM).
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa BEI, Umi Kulsum mengatakan Suspensi tersebut telah diberlakukan pada sesi pertama perdagangan bursa saham hari ini (26/4).
"Perseroan yang membawahi stasiun televisi SCTV ini disuspensi di pasar reguler dan pasar negosiasi," ujar dia yang dikutip dalam keterbukaan informasi kepada BEI, Jakarta, Jumat (26/4).
Umi menegaskan, suspensi tersebut akan dibuka kembali pada perdagangan bursa saham pada 1 Mei mendatang. "Dan akan mulai dibuka di seluruh pasar pada 1 Mei 2013," tegas dia
Sebelumnya, Indosiar telah mengajukan suspensi sukarela pada 18 April 2013 sehubungan dengan penggabungan usaha media ini. Penghentian dimulai 26 hingga 30 April 2013.
Penggabungan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Indosiar Karya Media Tbk atau Indosiar.
[rin]

Biaya operasional naik, laba Indofood turun 24,8 persen

Biaya operasional naik, laba Indofood turun 24,8 persen
PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) mencatatkan penurunan laba usaha di kuartal pertama 2013. Hal ini lantaran melonjaknya beban biaya operasional perseroan.
Indofood mencatat penurunan laba usaha sebesar 24,8 persen menjadi Rp 1,34 triliun selama tiga bulan pertama tahun ini dibanding periode sama tahun lalu Rp 1,78 triliun. Margin laba usaha perseroan juga turun dari 15 persen menjadi 10,4 persen.
"Hal ini disebabkan oleh turunnya harga crude palm oil (CPO) dan karet, ditambah beban yang lebih tinggi," ujar Chief Executive Officer (CEO) INDF, Anthony Salim dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/4).
Menurutnya, pencapaian hasil kuartal pertama sangat dipengaruhi oleh turunnya kinerja Grup Agribisnis. Namun, perseroan mencatat penurunan yang tidak terlalu signifikan karena mendorong pertumbuhan grup usaha lain seperti Grup CBP dan Bogasari.
"Perseroan akan tetap berkomitmen dan fokus untuk terus mempertahankan pertumbuhan serta meningkatkan nilai perusahaan ke depannya," ungkap dia.
Kendati demikian, perseroan juga mendorong pertumbuhan penjualan yang per akhir kuartal pertama tercatat naik 8,7 persen menjadi Rp 12,86 triliun dibanding periode sama tahun lalu Rp 11,83 triliun.
Emiten ritel ini, mempunyai kontribusi terbesar yang disumbangkan dari Grup Produk Konsumen Bermerk, yaitu sebesar 45 persen. Sedangkan Grup Bogasari berkontribusi sebesar 26 persen, Grup Agribisnis berkontribusi sebesar 21 persen dan sisanya 8 persen dari Grup Distribusi.
Total penjualan Grup CBP yang terdiri dari divisi mie instan, susu, makanan ringan ini tumbuh 10,9 persen menjadi Rp 5,7 triliun. Pertumbuhan terutama didorong oleh penjualan mi instan.
Grup Bogasari mencatat peningkatan penjualan sebesar 13,3 persen, terutama disebabkan oleh kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan. Grup Distribusi mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 10,4 persen menjadi Rp 1,02 triliun.
Perseroan mencatat penurunan penjualan dari Grup Agribisnis sebesar 3,1 persen. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga jual rata-rata penjualan produk kelapa sawit dan karet.
"Selain itu juga disebabkan oleh penurunan penjualan produk minyak dan lemak nabati," jelasnya.
Hal tersebut secara tidak langsung membuat laba bruto turun 5,1 persen menjadi Rp 3,11 triliun dibanding periode sama tahun lalu Rp 3,27 triliun.
Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 11,4 persen menjadi Rp 722,4 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 815 miliar.
[rin/IDU]

7 Negara boros subsidi BBM

7 Negara boros subsidi BBM
Subsidi energi menjadi jurus suatu negara dalam membantu masyarakatnya menghadapi tekanan biaya hidup sehari-hari. Energi menjadi salah satu aspek vital dalam sendi kehidupan. Maka dari itu perannya dalam tingkat kesejahteraan sangat besar.
Dampak energi pada kehidupan yang sangat penting ini membuat berbagai pemerintahan di negara manapun memberi perhatian lebih di komoditas itu. Tingkat kemiskinan suatu negara juga ditentukan oleh faktor energi ini.
Subsidi pada komoditas Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam hal ini membantu menekan naiknya harga barang dan jasa dari aspek biaya produksi. Oleh karena itu efek dari kenaikan BBM ini akan menimbulkan peningkatan kemiskinan dan pengangguran.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Sebuah penyedia lapangan kerja akan memangkas ongkos produksinya pada saat terjadi kenaikan harga BBM dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) demi tetap menjaga kestabilan usaha. Pada saat itulah pengangguran dan kemiskinan bermunculan.
Di Indonesia, subsidi pada sektor energi cukup besar. Pada tahun 2013, subsidi energi ditetapkan sebesar Rp 272,4 triliun. Terdiri dari subsidi BBM sebesar Rp 193,8 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp 78,6 triliun.
Dalam hal besarnya subsidi BBM, Indonesia tidak sendiri. Dari data Earth Policy Institute tercatat ada 7 negara dengan besaran anggaran subsidi BBM di atas Indonesia. Berikut merdeka.com akan mengulasnya.

1. Iran

Earth Policy Institute menempatkan Iran dalam urutan pertama dengan besaran subsidi BBM sebesar USD 80 miliar atau sekitar Rp 777,7 triliun. Tingginya besaran subsidi BBM ini disadari pemerintahan Iran yang selanjutnya memutuskan untuk menghapuskannya secara bertahap.
Pemerintah Iran menyadari bahwa negaranya memiliki cadangan gas yang sangat besar dan inilah yang dioptimalkan. Pemerintah Iran melihat jika rakyat menggunakan bahan bakar gas, Iran akan menghemat sangat banyak uang untuk subsidi dan bahkan menghasilkan banyak keuntungan karena cadangan minyaknya dapat dijual ke negara lain.
Inilah yang secara sistematis dilakukan Iran dan dilakukan secara berkelanjutan meski kepala negaranya telah berganti-ganti.

2. Arab Saudi

Arab Saudi menempati urutan kedua dalam daftar Earth Policy Institute sebagai negara pemberi subsidi BBM terbesar. Arab Saudi tercatat memberi sekitar USD 60 miliar atau Rp 583,3 triliun.
Digambarkan bahwa di Arab harga satu galon bensin lebih murah dibandingkan dengan sebotol air karena mendapatkan subsidi yang besar dari pemerintah. Harga minyak yang sangat murah memicu konsumsi dari masyarakat secara besar-besaran.
Pemerintah Arab Saudi tidak berani untuk mencabut pengeluaran subsidi energinya karena khawatir dapat menyebabkan pemberontakan politik.

3. Rusia dan India

Dua negara ini memberi dana subsidi BBM kepada masyarakatnya sekitar USD 40 miliar atau Rp 388,8 triliun. Sekitar 60 persen gas alam yang dihasilkan Rusia dijual dengan harga murah karena disubsidi pemerintah. Konsumen utamanya para pebisnis Rusia, swasta, dan sistem pemanas yang tidak efisien.
Sementara di India seperempat dari 1,2 miliar penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan. Namun subsidi bahan bakar minyak yang tinggi ini tidak dinikmati warga miskin malah cenderung dinikmati orang kaya.
Akibat besarnya subsidi India membuat negara ini mencatatkan defisit yang mengancam pertumbuhan ekonominya. Pemerintah India menargetkan defisit anggaran 5,1 persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun fiskal 2012-2013 dengan menjaga subsidi BBM di

 



4. Venezuela

Earth Policy Institute mencatat Venezuela memberikan dana subsidi BBM sekitar USD 25 miliar atau Rp 243 triliun. Murahnya harga BBM ini menjadi salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah Venezuela mengklaim pemberian subsidi tersebut dibarengi dengan upaya pembangunan budaya masyarakat dan semangat untuk menghemat serta melestarikan sumber daya alam yang tak terbaharukan.
Venezuela menyadari pengguna terboros energi di negaranya adalah instansi pemerintahan. Oleh karenanya dengan adanya aturan tersebut diharapkan pemborosan dapat dikurangi dan budaya penghematan energi dapat tercipta.
Venezuela kini sedang mempersiapkan dan berupaya mengarah pada penciptaan tenaga listrik yang bersumber dari angin.

5. Mesir

Mesir, menurut Earth Policy Institute, memberikan subsidi BBM pada masyarakatnya sekitar USD 23 miliar atau Rp 223,6 triliun.? Harga bensin di Mesir termasuk terendah di dunia.
Meski pun Mesir merupakan negara penghasil minyak dalam jumlah besar, negara ini mengonsumsi 90 persen bahan bakar untuk kebutuhan dalam negeri.
Pemerintah Mesir ke depan akan mengetatkan anggaran subsidi energi ini demi mendapat pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk pemulihan ekonominya.

6. Irak

Earth Policy Institute mencatat anggaran subsidi kedua negara tersebut berada di kisaran USD 22 miliar atau Rp 213 triliun. Pemerintah Irak memutuskan untuk memangkas besaran subsidi ini dikarenakan implementasi pemberian subsidi tidak tepat sasaran.
Sama seperti di Indonesia, subsidi di Irak juga banyak dinikmati oleh kelompok mampu dan banyak timbul penyeludupan akibat murahnya harga BBM.
Salah satu negara penghasil minyak tertua di dunia ini merasa subsidi BBM justru dinikmati pada orang mampu yang memiliki kendaraan pribadi. Masyarakat kecil justru tidak memilikinya.

7. Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab (UEA) menganggarkan dana subsidi bagi rakyatnya sekitar USD 21 miliar atau Rp 204,1 triliun.
UEA merupakan negara kedua penghasil minyak dan gas alam di dunia. Namun, permintaan domestik mengharuskan negara mengimpor gas alam untuk kebutuhan dalam negeri dan mengurangi volume bahan bakar cair yang tersedia untuk ekspor.
Sebagai salah satu negara pemasok minyak terbesar minyak di dunia, harga BBM di UEA hanya Rp 4.300 per liter.

Manulife raup laba bersih Rp 1,3 triliun

Manulife raup laba bersih Rp 1,3 triliun
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia membukukan laba bersih mencapai Rp 1,3 triliun sepanjang tahun lalu. Laba bersih tahun 2012 ini meningkat 372 persen dibanding 2011.
Kepala Divisi Akuntansi Manulife Ogan Irfan menjelaskan pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh keberhasilan berinvestasi dan memaksimalkan potensi obligasi perusahaan. Pemasukan terbesar dari imbal hasil investasi sebesar Rp 3,8 triliun.
"Net income bisa mencapai 372 persen ada faktor pendorong, yaitu investasi kami mencapai dua kali lipat, sebesar Rp 3,8 triliun. Sebelumnya investasi kami hanya Rp 1.1 triliun pada 2011," ujar Ogan saat jumpa pers paparan kinerja tahunan di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (1/5).
Ogan menilai pihaknya telah berhasil mengelola obligasi berdasarkan polis yang mereka miliki. Manulife pun akhirnya mendapat pemasukan 60 persen dari polis premium yang turut memasukkan fungsi investasi. Meski demikian, paket asuransi tradisional, seperti asuransi jiwa dan kecelakaan, masih menyumbang 40 persen pendapatan.
"Sebagian dari investment income ini realisasi penjualan obligasi kami. Secara berkala kami hitung ulang obligasi yang ada agar sesuai usia polis. Di 2012 yang paling besar drivernya investasi dari pada underwriting," ungkap Ogan.
Selain itu jumlah klaim juga melonjak menjadi Rp 3 triliun dari Rp 2 triliun pada 2011. Mayoritas klaim oleh surrender (penarikan asuransi sebelum kematian) dan kematian. Namun, tetap ada pula polis selesai dan perawatan rumah sakit.
Perusahaan yang berpusat di Jakarta itu memperoleh Risk Based Capital (RBC) sejumlah 294,68 persen, jauh melebihi persyaratan pemerintah yaitu 120 persen. Total Premi Bisnis Baru Syariah sejumlah Rp 20,7 miliar, naik 104 persen dari Rp 10,2 milyar pada 2012.
Sementara jumlah agen Manulife meningkat sebanyak 29 persen 10.047 agen di akhir tahun 2012. Jumlah kontrak polis asuransi aktif juga telah mencapai lebih dari 1,6 juta di akhir 2012. Alhasil total pengeluaran klaim dan manfaat bruto bagi para pemegang polis mencapai Rp3,8 triliun pada 2012, naik 50 persen dibanding Rp2,5 triliun pada 2011.
[noe/IDU]

Selasa, 30 April 2013

Kunjungan wisman naik 10 persen di bulan Maret

Kunjungan wisman naik 10 persen di bulan Maret
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Maret 2013 mencapai 725.300 orang atau naik 10,13 persen dari periode yang sama tahun lalu mencapai 658.600 orang.
Kepala BPS Suryamin mengatakan jika dibandingkan Februari 2013, jumlah kunjungan wisman pada Maret naik sebesar 6,91 persen.
"Secara kumulatif, periode Januari-Maret 2013 jumlah kunjungan wisman mencapai 2,02 juta orang atau naik enam persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun lalu mencapai 1,90 juta," ujar dia dalam jumpa pers di Kantornya, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (1/5).
Suryamin menegaskan jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Maret 2013 naik 10,80 persen dibanding Maret 2012 yaitu dari 223.000 orang menjadi 247.000 orang.
"Jika dibanding Februari 2012, jumlah kunjungan wisman ke Balik melalui Ngurah Rai juga naik 4,24 persen," tegas dia.
Sedangkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada Maret 2013 mencapai rata-rata 52,20 persen atau turun 0,47 persen dibandingkan dengan TPK Maret 2012 yang tercatat 52,67 persen.
"Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama Maret 2013 tercatat sebesar 1,98 hari atau turun 0,03 hari dibanding dengan keadaan Maret 2012," pungkas dia.
[rin/id]

Sambangi DPR, Massa Buruh Suarakan Tolak UU BPJS

(Foto: Dede Kurniawan/Okezone)JAKARTA - Sebanyak 2.335 personel TNI dan Polri disiagakan untuk menjaga aksi demonstrasi para buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia dan Serikat Pekerja Nasional di pintu gerbang utama komplek DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2013).

Berdasarkan data pos pengamanan aksi, telah disiagakan dua mobil barracuda dan tiga mobil water canon untuk berjaga-jaga. Selain itu, terdapat belasan motor dan 6 mobil polisi dari Resimen II Pelopor serta kawat berduri.

Dalam aksi tersebut, isu krusial yang menjadi perhatian semua serikat pekerja, yakni Undang-Undang (UU) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang masih pro kontra. UU tersebut dianggap akan bernasib sama seperti UU nomor 13 tahun 2003 tentang tenaga kerja yang tidak berpihak pada buruh.

"Kami menilai UU BPJS merupakan UU titipan asing yang ingin menguasai regulasi keuangan nasional negara ini," kata Ketua Umum Gasperindo Bambang Eka di sela-sela unjuk rasa, Rabu (1/5/2013).

Selain itu, lanjutnya, negara juga harus bertanggung jawab terhadap jaminan sosial rakyatnya sesuai amanah yang ada dalam UUD 1945.

Dengan membawa berbagai spanduk dan poster, para buruh dan pekerja memadati gerbang utama gedung DPR. Hal ini membuat ruas Jalan Gatot Subroto dari Semanggi menuju Slipi ditutup total.
(ful/idu)

Kakek 78 Tahun Nyempil Ikut Demo Buruh

Sukiman (foto:Ferdi/okezone)JAKARTA- Usia ternyata tidak menyurutkan semangat Sukiman untuk ikut berunjuk rasa pada peringatan hari buruh Internasional yang jatuh setiap tanggal 1 Mei. Kakek berusia 78 tahun itu sengaja nyempil di antara ribuan pendemo untuk ikut menyemangati para buruh menyuarakan aspirasinya.

Kehadiran Sukiman pun menarik perhatian ribuan pendemo. Diapun akhirnya didaulat untuk melakukan orasi oleh koordinator aksi Front Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI). Kesempatan itu pun tak disia-siakan Sukiman.

Dengan lantang dia berorasi pada peserta aksi. "Generasi Muda tidak boleh melempem harus tetap semangat, saya datang ke sini karena panggilan jiwa, dan sudah seharusnya saya memberikan semangat pada anak-anak ini," kata Sukiman di Bundaran Hotel Indonesia, Rabu (1/5/2014).

Kakek delapan Cucu ini mengungkapkan, dia sudah menunggu peserta aksi sejak pagi hari. "Saya jalan dari Mampang abis salat subuh, tiba di sini jam setenggah enam," tutupnya.

919 Kendaraan Buruh Parkir di Monas

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)JAKARTA - Hingga siang hari ini, volume kendaraan yang mengangkut masa buruh yang  terparkir di Silang Monas Timur, Jakarta Pusat sudah mencapai ratusan kendaraan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Sub Bagian Teknologi dan Informasi (Kasubag TI) TMC Polda Metro Jaya, Kompol Purwono Takasihaeng.

"Yang tercatat sampai pukul 11.15 WIB, 919 bus yang parkir di Silang Monas Timur. Nanti kalau penuh akan dialokasikan ke Masjid Istiqlal di sana cukup besar tampungannya," ujar Purwanto kepada wartawan, di gedung TMC Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (1/5/2013).

Kata dia, saat ini ribuan masa sudah menutup arus lalu lintas yang mengarah ke selatan (dari Istana Menuju Blok M). Dan untuk menuju arag barat (DPR) sudah dilakukan pengalihan arus ke Jalan Asia Afrika.

"Tapi mengarah ke Selatan sudah tertutup oleh masaa. Arus lalin yang melewati DPR sudah dialihkan ke TVRI Jalan Asia Afrika," tuturnya.

Untuk volume kendaraan yang terparkir di Parkir timur Senayan, sambung dia, sudah mencapai dua ratus kendaraan.

"Selatan di Parkir Timur Senayan yang sudah datang 200, parkiran sangat luas enggak akan dialihkan," pungkasnya.

May Day Diwarnai Aksi Si Kaya vs Si Miskin

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
JAKARTA - Unjuk rasa buruh tak hanya disemarakkan dengan orasi dan nyanyian. Buruh juga memperingati hari buruh sedunia (May Day) dengan melakukan aksi teaterikal.

Buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gasperindo), melakukan aksi teaterikal, di gerbang utama komplek DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2013).

Aksi teaterikal tersebut mengambil tema kesejahteraan si kaya dan kesengsaraan si miskin. Aksi itu melibatkan enam orang yang berperan sebagai si miskin, dengan menggunakan simbol petani, serta tujuh orang berperan sebagai penguasa yang disimbolkan sebagai Anggota DPR dan pemerintah.

Di tengah-tengah pelaksanaan aksi teaterikal tersebut, beberapa orator juga membacakan puisi perjuangan, yang bertemakan buruh. Mereka beranggapan bahwa buruh atau pekerja adalah simbol dari sebuah negara yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. (ydh/idu)

Minggu, 07 April 2013

Sistem Ekonomi Kerakyatan dan Daya Saing Ekonomi Daerah

Sistem Ekonomi Kerakyatan dan Daya Saing Ekonomi Daeraholeh Dr. H. Abd. Rahman Rahim, SE, MM Wakil Rektor I Unismuh Makassar
Ekonomi kerakyatan adalah system ekonomi yang berbasis pada keuakatan ekonomi rakyat. Dimana ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh rakyat kebanyakan (Popular) yang dengan secara swadaya mengelola sumber daya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan diakuinya, termasuk dalam kategori Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang meliputi sector pertanian, peternakan, kerajinan, makanan untuk memenuhi kebutuhan dasar tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya.

Para pembaca yang budiman, masih terasa dikepala kita semua saat Konvensi ILO169 tahun 1989 memberikan definisi terkait ekonomi kerakyatan adalah ekonomi tradisional yang menjadi basis kehidupan masyarakat lokal dalam pertahanan kehidupannya. Ekonomi kerakyatan ini dikembangkan berdasarkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat local dalam mengelolah lingkungan dan tanah mereka secara turun temurun.

Gagasan ekonomi kerakyatan dikembangkan sebagai upaya alternative dari para ahli ekonomi Indonesia untuk menjawab kegagalan yang dialami oleh Negara-negara berkembang termasuk Indonesia dalam menerapkan teori pertumbuhan.

Penerapan teori pertumbuhan yang telah membawa kesuksesan di Negara kawasan Eropa ternyata telah menimbulkan kenyataan lain di sejumlah bangsa yang berbeda. Salah satu harapan agar hasil dari pertumbuhan tersebut bisa dinikmati sampai pada lapisan masyarakat paling bawah, namun pada kenyataannya ternyata banyak rakyat di lapisan bawah tidak menikmati secara utuh cucuran hasil pembangunan yang diharapkan. Bahkan berakibat terjadinya kesenjangan social ekonomi semakin melebar.

Pembangunan yang beriorentasi kerakyatan dan berbagai kebijaksanaan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Dari kenyataan tersebut jelas sekali bahwa konsep ekonomi kerakyatan dikembangkan sebagai upaya untuk lebih mengedepankan masyarakat. Menurut Prof. Dr. Mubyarto Guru Besar UGM (alm) bahwa system Ekonomi Kerakyatan adalah system ekonomi yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, dan menunjukkan pemihakan  sungguh-sungguh pada rakyat. Dalam praktiknya, ekonomi kerakyatan dapat dijelaskan juga sebagai ekonomi jejaring (Network) yang menghubungkan sentarl inovasi, produksi dan kemandirian usaha masyarakat kedalam suatu jaringan berbasis teknologi informasi, untuk terbentuknya jejaring pasar domestic diantara pelaku usaha masyarakat. Sebagai suatu jejaring, ekonomi kerakyatan diusahakan untuk siap bersaing dalam era globalisasi, dengan cara mengadopsi teknologi informasi dan system manajemen yang paling canggih sebagaimana dimiliki oleh lembaga-lembaga bisnis internasional.

Berkiatan dengan uraian diatas, agar system ekonomi kerakyatan tidak hanya berhenti pada tingkat wacana, sejumlah agenda kongkrit ekonomi kerakyatan harus segera diangkat kepermukaan. Secara garis besar dalam lima agenda pokok ekonomi kerakyatan yang harus segera diperjuangkan. Kelima agenda tersebut merupakan inti dari politik ekonomi kerakyatan dan menjadi titik masuk (entry point) bagi terselenggaranya system ekonomi kerakyatan dan dalam jangka panjang. Kelima hal tersebut adalah (1). Penghapusan monopoli melalui penyelenggaraan mekanisme. (2). Persaingan yang berkeadilan (Fair competition). (3). Peningkatan alokasi sumber penerimaan Negara kepada pemerintah daerah. (4). Penguasaan dan redistribusi pemilikan lahan pertanian kepada petani penggarap. (5). Pembaharuan UU Koperasi dan pendirian koperasi dalam berbagai bidang usaha dan kegiatan.

Hal yang perlu dicermati adalah peningkatan kesejahteraan rakyat dalam konteks ekonomi kerakyatan tidak didasarkan paradigma lokomotif, melainkan pada paradigm fondasi. Artinya, peningkatan kesejatehraan tidak lagi bertumpu pada dominasi pemerintah pusat, modal asing dan perusahaan konglomerasi, melainkan pada kekuatan pemerintah daerah, persaingan yang berkeadilan, usaha pertanian rakyat, peran koperasi sejati, yang diharapkan mampu berperan sebagai fondasi penguatan ekonomi rakyat.

Strategi pembangunan yang memberdayakan ekonomi rakyat merupakan strategi melaksanakan demokrasi ekonomi yaitu produksi dikerjakan oleh semua pimpinan  dan peilikan anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan ketimbang kemakmuran perorangan. Maka kemiskinan tidak dapat ditoleransi sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan harus member manfaat pada mereka yang paling miskin dan paling kurang sejahtera. Inilah pembangunan generasi mendatang sekaligus memberikan jaminan social bagi yang paling miskin dan tertinggal.

Daya Saing Ekonomi Daerah

Setiap daerah mempunyai corak pertumbuhan ekonomi yang berbeda dengan daerah lain. Oleh sebab itu perecanaan pembangunan ekonomi suatu daerah pertama-tama perlu mengenai karakter ekonomi, social dan fisik daerah itu sendiri, termasuk interaksinya dengan daerah lain. Dengan demikian tidak ada strategi pembangunan ekonomi daerah, baik jangkah pendek maupun jangkah panjang. Pemahaman mengenai teori pertumbuhan ekonomi wilayah yang dirangkum dari kajian terhadap pola-pola pertumbuhan ekonomi dari berbagai wilayah, merupakan satu factor yang cukup menentukan kualitas rencana pembangunan ekonomi daerah.

Daya saing (competitiveness) merupakan salah satu kata kunci yang lekat dengan pembangunan ekonomi local/daerah. Camagnni (2002) mengungkapkan bahwa daya saing daerah kini merupakan salah satu isu sentral, terutama dalam rangka mengamankan stabilitas ketenagakerjaan, dan memnafaatkan integrasi eksternal (kecenderungan global), serta keberlanjutan pertumbuhan kesejahteraan dan kemakmuran local.

Daya saing tempat (loyalitas dan daerah) merupakan kemampuan ekonomi dan masyarakat local untuk memberikan peningkatan standar hidup bagi warga (Malecki, 1999). Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan yang tinggi dan kebelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).

Terkiat dengan optimalisasi ekonomi kerakyatan, jelas akan memicu peningkatan daya saing daerah, karena jika telaj berdaulat secara ekonomi maka daerah itu akan cukup kokoh menahan gempuran goncangan ekonomi eksternal.
(disampaikan pada acara Seminar Nasional di Auditorium Al-Amien Unismuh Makassar. Senin 18 Maret 2013).


 

Peluang Usaha Pertanian dalam Greenhouse


Peluang usaha bidang pertanian ini dapat diterapkan juga pada peluang usaha hidroponik dan pertanian lainnya.
Pengembangan pertanian menggunakan teknologi greenhouse menjadi semakin penting jika dikaitkan dengan upaya peningkatan daya saing produk agribisnis nasional secara berkelanjutan untuk memenuhi tuntutan pasar global, disamping aman dikonsumsi (food safety attributes), punya kandungan nutrisi tinggi (nutrional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes), juga pasar membutuhkan produksi sepanjang tahun tanpa permasalahan iklim menjadikan kendala.
Pertanian didalam greenhouse adalah sistem produksi pertanian yang mengabungkan pemanfaatan perlindungan tanaman dari intensitas hujan, sinar matahari dan iklim mikro, yang mengoptimalkan pemeliharaan tanaman, pemupukan dan irigasi mikro, sehingga mampu meningkatkan produksi sayuran, buah dan bunga yang berkualitas tanpa tergantung dengan musim.
Pengembangan pertanian di dalam greenhouse dengan cara, antara lain:
1. Membangun greenhouse produksi dan perlengkapnnya
2. Membangun tempat pembibitan (nursery)
3. Membuat sistem irigasi mikro untuk greenhouse
4. Membuat Water Storage untuk keperluan sistem irigasi
5. Pelatihan produksi pertanian dengan teknologi greenhouse secara on farm (learning by doing).
Sejumlah keuntungan yang dapat dipetik dari pengembangan greenhouse untuk pertanian antara lain adalah:
1. Mengenalkan teknologi pertanian alternatif yang bisa dilakukan oleh pelaku usah pertanian untuk usaha tani yang menguntungkan dan terkesan pertanian modern yang berbahan lokal.
2. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, karena: (1) Harga jual hasil produksi pertanian didalam greenhouse seringkali lebih mahal; (3) Mendekatkan pasar global dengan hasil kepastian produksi pertanian yang berkualitas dan kepastian suplai (4) Pengembangan pertanian dengan teknologi greenhouse berarti mendorong (memacu) daya saing produk agribisnis Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar internasional terhadap produk pertanian yang berkualitas dan kontinyu yang terus meningkat. Ini berarti akan mendatangkan devisa bagi pemerintah dan pemerintah daerah, yang pada akhirnya akan/dapat meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri;
3. Meminimalkan semua bentuk penggunann bahan kimi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian konvensional. Karena kegiatan pertanian di dalam greenhouse: Menerapkan Pengelolaan Hama Terpadu;
4. Kegiatan pertanian didalam greenhouse selain menciptakan lapangan kerja baru juga dapat meningkatkan perolehan teknologi pertanian di perdesaan. Pertanian teknologi greenhouse akan menciptakan hadirnya peluang pasar lain yang berarti adanya lapangan kerja baru bagi masyarakat perdesaan. Disamping itu, penerapan pertanian dengan greenhouse juga akan mendorong terciptanya kerjasama kemitraan antara petani-pasar-penyedia input.
5. Dengan demikian, nampak bahwa kegiatan pertanian dengan mengunakan greenhouse merupakan suatu sistem pertanian yang terintegrasi, ekonomis, berkualitas, produksi sepanjang musim dan dapat meningkatkan nilai tambah masyarakat. Untuk merealisasikan usaha pertanian dengan greenhouse ini, dibutuhkan kegiatan pengembangan langsung kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan pengembangan greenhouse pertanian di lapangan. Kegiatan pengembangan usaha produksi pertanian dengan greenhouse ini dapat dilakukan melalui intensifikasi lahan usaha dan/atau lahan transmigrasi, sehingga mempunyai daya produksi sebagai sentra pertanian berbagai sayuran.

BISNIS AQUAPONIC DAN HIDROPONIK

quaponic adalah kombinasi dari akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Dalam aquaponic, air yang mengandung nutrisi yang dihasilkan dari budidaya ikan merupakan sumber pupuk alami untuk tanaman yang tumbuh. Tanaman sendiri mengkonsumsi nutrisi, dan membantu untuk memurnikan air bagi kehidupan ikan, sehingga merupakan Sebuah proses mikroba alami yang menjadikan antara ikan dan tanaman tetap sehatsehat. Hal ini menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dimana kedua tanaman dan ikan dapat berkembang. Aquaponics adalah jawaban ideal untuk masalah petani ikan untuk membuang air yang kaya nutrisi dan petani hidroponik yang memang sangat perlu air kaya nutrisi.

Tanaman sistem Hidroponik tumbuh dalam larutan air dan nutrisi, tanpa tanah. Solusinya dapat dibuat dengan menambahkan unsur-unsur yang diperlukan tanaman dalam air, yang akan diserap langsung ke akar tanaman. Dalam beberapa sistem hidroponik akar berada dalam media tumbuh yang membuat mereka tetap lembab, aerasi dan jumlah oksigen juga membantu untuk mendukung tanaman
Dalam akuakultur, air cepat mengandung gizi karena kaya dengan ikan dalam mencerna makanan dan membuang air limbah. Air limbah biasanya disaring agar bebas dari limbah yang tidak berguna.
Kita akui, model akuakultur belum seluruhnya optimal sebagai usaha potensial, tetapi dimasa datang, bukan tidak mungkin ini menjadi usaha yang dapat di garap secara komersial, sebab dengan mengabungkan aquaponics, petani hidroponik dapat menghilangkan biaya dan tenaga kerja yang terlibat dalam mencampur larutan pupuk dan akuakultur komersial mungkin dapat secara drastis mengurangi jumlah filtrasi yang diperlukan dalam sirkulasi budidaya ikan.
PRINSIP KERJA

Input utama untuk sistem aquaponic adalah makanan ikan. Ikan makan sampah makanan dan mengekskresikan. Lebih dari 50% dari limbah yang dihasilkan oleh ikan adalah dalam bentuk amonia disekresi dalam urin dan, dalam jumlah kecil, melalui insang. Sisa dari limbah, dikeluarkan sebagai kotoran, mengalami proses yang disebut mineralisasi yang terjadi ketika bakteri heterotrofik mengkonsumsi limbah ikan, materi tanaman yang membusuk dan tidak-makan makanan, mengubah ketiga untuk senyawa amoniak dan lainnya. Dalam jumlah yang cukup amonia merupakan racun bagi tanaman dan ikan.

Bakteri nitrifikasi, yang secara alami hidup di air, tanah dan udara, mengubah amonia menjadi nitrit pertama dan kemudian menjadi nitrat yang mengkonsumsi tanaman. Dalam sebuah sistem aquaponic bakteri heterotrofik dan nitrifikasi akan melekat pada dinding tangki, bawah dari rakit, bahan organik, media tumbuh (jika digunakan) dan di kolom air. Bakteri menguntungkan dibahas di sini adalah alam dan akan menghuni sistem aquaponic sesegera amonia dan nitrit yang hadir.


Pada dasarnya, Anda memiliki tiga tanaman untuk tetap hidup di aquaponic - ikan, tanaman dan bakteri menguntungkan. Entitas ini hidup tiga masing-masing bergantung pada yang lain untuk hidup. Bakteri mengkonsumsi limbah ikan menjaga air bersih untuk ikan. Dalam proses ini, bakteri memberikan tanaman dengan bentuk yang bermanfaat dari nutrisi. Dalam menghilangkan nutrisi melalui pertumbuhan tanaman, tanaman membantu membersihkan air ikan hidup masuk.


Aquaponics adalah metode yang sangat efisien makanan tumbuh yang menggunakan minimum air dan ruang dan memanfaatkan limbah, sehingga produk akhir organik, ikan sehat dan sayuran. Dari sudut pandang gizi, aquaponics menyediakan makanan dalam bentuk kedua protein (dari ikan) dan sayuran.
Metode Aquaponics

Ada berbagai macam konfigurasi sistem aquaponic. Komponen umum untuk setiap sistem aquaponic adalah tangki ikan dan tempat pertumbuhan tanaman. Variabel termasuk komponen filtrasi, komponen pipa, jenis tempat tidur tanaman dan jumlah dan frekuensi sirkulasi air dan aerasi. Secara umum, sistem yang memanfaatkan filtrasi beberapa untuk menghilangkan limbah padat ikan akan memiliki produksi yang lebih tinggi dari ikan dan tanaman daripada mereka yang tidak menggunakan filtrasi.
Ada tiga metode utama aquaponic muncul di industri. Setiap jika metode ini didasarkan pada desain sistem hidroponik, dengan akomodasi untuk ikan dan filtrasi, diantaranya Rafting Sytem, NFT (Nutrient Film Technique) dan growing media.

Komoditi Aquaponic

Ikan dan tanaman yang dipilih untuk sistem aquaponic harus memiliki kebutuhan yang sama, baik suhu  dan pH. Akan selalu ada beberapa kompromi dengan kebutuhan ikan dan tanaman tetapi, semakin dekat dengan kondisi baik suhu dan pH, maka mereka akan semain cocok, dan lebih berhasil dalam teknik akuakultur.
Sebagai gambaran bahwa, kondisi air yang hangat,dan air tawar, merupakan kombinasi ikan dan tanaman seperti selada, dan herbal tumbuh dengan baik, sistem hidroponik yang sesuai dengan ini adalah Rafting dan NFT. Dalam sistem sangat penuh dengan ikan, Anda mungkin beruntung dengan tanaman buah seperti tomat dan paprika, dengan aquaponic yang memerlukan tangki-tangki air untuk ikan.

Ekonomi Kerakyatan

Konsep ekonomi kerakyatan yang dikembangkan melalui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah untuk melepaskan rakyat dari belenggu kapitalisme global abad 19 dan 20. Maka perlawanan terhadap globalisasi dan liberalisasi akhir abad 20 dan awal abad 21 yang kembali mengancam kehidupan ekonomi rakyat hanya dapat dilakukan melalui penguatan sistem ekonomi yang berjiwa kerakyatan pula.
Perhatian terhadap sistem ekonomi kerakyatan dicurahkan oleh Bung Hatta, ia berpendapat bahwa pembangunan ekonomi Indonesia pada hakekatnya adalah pembangunan ekonomi kerakyatan. Maka yang perlu dilakukan adalah mengubah struktur ekonomi umumnya dari ekonomi kolonial atau semacamnya ke ekonomi nasional yang berkerakyatan, ia mencoba mempraktekan pemikirannya itu pada koperasi, sebagaimana yang telah ada dan terbukti hingga sekarang ini.
Pengertian ekonomi kerakyatan dan ekonomi rakyat, lebih makro secara sosiologis dapat penulis katakan adalah suatu paham ekonomi yang lebih menghendaki pertumbuhan ekonomi seiring dengan pemerataannya, meski pengertian ekonomi kerakyatan merupakan istilah yang relatif baru waktu itu, yang dipopulerkan untuk menggantikan ekonomi rakyat itu sendiri.
Secara formal, yuridis dan politis, konsep ekonomi kerakyatan mulai diperbincangkan dalam sidang umum MPR tahun 1992 dan berhasil dimasukan kedalam GBHN pada tahun 1993, konsep ekonomi yang muncul dalam perbincangan tersebut adalah seputar peran koperasi dan usaha kecil yang dijabarkan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan, penyediaan skim perkreditan khusus, bantuan permodalan dari BUMN dan konglomerat besar serta himbauan untuk pengembangan program kemitraan.
Dibandingkan dengan ekonomi panjajah yang berada dilapisan tengah, konsep ekonomi kerakyatan Indonesia ketika itu sangat jauh memprihatinkan dan tertinggal. Sedemikian mendalam kegusaran Bung Hatta, maka pada tahun 1934 ia kembali menulis sebuah artikel dengan nada serupa, judulnya kali ini adalah “Ekonomi Rakyat dalam Bahaya”.
Salim Siagaan seiring dengan Bung Hatta mengungkapkan, bahwa ekonomi rakyat adalah kegiatan ekonomi rakyat banyak disuatu negara atau daerah yang pada umumnya tertinggal bila dibandingkan dengan perekonomian negara atau daerah bersangkutan secara rata-rata.
Dengan demikian. pengertian konsep ekonomi kerakyatan adalah perekonomian atau perkembangan ekonomi kelompok masyarakat yang berkembang relatif lambat, sesuai dengan kondisi yang melekat pada kelompok masyarakat tersebut. Sedangkan sistem ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat kedalam proses pembangunan.
Ideologi dasar konsep ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat sesuai dengan pasal 33 ayat 1 dan sila ke-empat Pancasila.
Landasan konstitusional sistem ekonomi kerakyatan adalah pasal 33 UUD 1945, terutama bagian penjelasannya yang dalam pasal tersebut tercantum dasar ekonomi dimana produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau pemilikan anggota masyarakat, karena itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan, yang akhirnya muncul kemudian seiring dengan itu ialah koperasi.
Sebagai tujuannya adalah untuk menjamin agar kemakmuran rakyat senantiasa lebih diutamakan daripada kemakmuran individual dan agar tampuk produksi tidak jatuh ketangan individual yang memungkinkan ditindasnya rakyat banyak oleh segelintir orang yang berkuasa.
Maka dengan begitu sama sekali tidak bijak bila kemudian dikatakan bahwa sistem ekonomi karakyatan dan ekonomi rakyat mengabaikan efesiensi dan bersifat anti pasar. Sebab politik ekonomi kerakyatan dan ekonomi rakyat memang tidak didasarkan atas pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas, melainkan atas partisipasi keadilan dan kelestarian.
Sehubungan dengan itu, paling tidak terdapat lima agenda pokok ekonomi kerakyatan atau agenda demokratisasi penguasaan faktor­faktor produksi, diantaranya sebagai berikut;
  1. Desentralisasi hak atas pengelolaan sumber-sumber penerimaan negara kepada daerah. Pembatasan penguasaan dan redistribusi pemilikan lahan pertanian kepada para petani penggaraf (Landreform).
  2. Reformasi koperasi dan pendirian koperasi-koperasi sejati.
  3. Pengembangan mekanisme persaingan yang menjamin berlangsungnya persaingan usaha secara sehat.
  4. Penerapan pajak penghasilan dan kekayaan progresif sebagai upaya untuk mempertahankan demokrasi penguasaan modal atau faktor­faktor produksi ditengah-tengah masyarakat, selain itu penerapan pajak penghasilan dan kekayaan progresif itu juga diperlukan sebagai upaya untuk terus menerus membentuk dana jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang rentan.
Konsep ekonomi kerakyatan bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan, mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat dalam proses pembangunan dan berlaku adil bagi seluruh rakyat. Sehingga tujuan akhir yang ingin dicapai dan dicita-citakan Bung Hatta dalam sistem ekonomi kerakyatan adalah peningkatan kesejahtraan ekonomi secara menyeluruh atau mayoritas warga masyarakat.
Referensi Makalah®

Potensi Budidaya Kolam di Sulawesi Tengah

Jenis dan Jumlah Produksi Perikanan Budidaya Kolam Tahun 2010 :
Ikan Mas : 2.182 ton
Ikan Nila : 1.833 ton
Ikan Lele : 35 ton
Ikan Patin : 1 ton
Ikan Bawal : 2 ton
Ikan Mujair : 240 ton
Produksi 2011 (ton) 4.395
Produksi 2010 (ton) 4.294
Produksi 2009 (ton) 3.537
Produksi 2008 (ton) 1.617
Produksi 2007 (ton) 1.663

Sumber Data:
Peta Potensi Provinsi Sulawesi Tengah
Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah
Jl. Prof. M. Yamin Palu

Updated: 16-4-2012

Pemerinta Kab. Sigi dan Balai Diklat Perikanan Aertembaga Tindaklanjuti Kerjasama Pengembangan SDM Perikanan Sigi

Kabupaten Sigi dengan luas wilayah 5.196,02 KM2 secara geografis adalah Kabupaten di Propinsi Sulawesi Tengah yang tidak memiliki laut. Dengan demikian pengembangan budidaya di bidang perikanan air tawar tentu sangat sejalan dengan potensi yang ada. Salah satunya adalah ikan lele.
Ikan lele (Clarias sp) merupakan salah satu komoditas unggulan kegiatan budidaya perikanan. Pengembangan usahanya dapat dilakukan mulai dari benih sampai dengan ukuran konsumsi yang dipelihara dengan padat penebaran tinggi dalam lahan terbatas (hemat lahan) dikawasan marginal dan hemat air. Setiap segmen usaha ini sangat menguntungkan, selain untuk konsumsi lokal, ikan lele telah mulai diekspor dan permintaannya pun cukup besar. Konsumsi ikan lele beberapa tahun terakhir ini semakin meningkat.
Dalam rangka pengembangan sumberdaya manusia perikanan maka dilaksanakan pelatihan bagi pembudidaya yang berada di Kabupaten Sigi melalui 2 kegiata yaitu yang pertama adalah pelatihan budidaya air tawar (ikan lele) yang diikuti oleh 30 orang peserta dan yang kedua adalah pelatihan pembuatan pakan ikan yang diikuti oleh 20 orang peserta yang dibiayai oleh APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dan didukung pelatih yang berasal dari Balai Diklat Perikanan Aertembaga sebanyak 2 orang.
Adapun kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dari pemerinta Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga Bitung Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama Pengembangan Sumberdaya Manusia, nomor : 523.3/0392/DISTANAKAN dan nomor :  /BPPP-BTG/III/2011 yang ditandatangani oleh Bupati Sigi Ir. H. Aswadin Randalembah dengan Kepala Balai Diklat Perikanan Aertembaga Pola S.T Panjaitan, A.Pi, M.M pada tanggal 19 Maret 2011 bertempat di Kampus pondok Pesantren Al-khairaat "Madinatul Ilmi" Kecamatan Dolo.

Sejarah Managemen

Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.[1] Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadiménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
1. Manajemen sebagai suatu proses,
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.
Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.
Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

MANAJEMEN EKONOMI


Definisi dari kata Manajemen
1. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

2. Pengertian Manajemen Menurut Mary Parker Follet
Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.

Faktor atau Elemen Lingkungan yang Mempengaruhi Dunia Usaha atau Bisnis Umum
I. Dunia Usaha atau Bisnis Umum Secara Tidak Langsung
Dalam dunia usaha terdapat banyak hal yang berpengaruh terhadap kesinambungan dunia usaha pada suatu daerah tertentu. Variable-variabel di bawah ini secara tidak langsung memberi efek pada suatu perusahaan. Setiap perusahaan memiliki resistansi atau daya tahan masing-masing terhadap setiap faktor yang berbeda-beda.
Faktor lingkungan yang mempengaruhi dunia usaha secara tidak langsung ini berada di luar dari elemen pihak internal dan eksternal yang telah dijelaskan pada artikel bagian lain. Secara bersamaan dengan faktor internal dan eksternal dengan faktor lingkungan mempengaruhi kondisi dunia usaha.
1. Variabel Sosial
- Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area.
- Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya.
- Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain.

2. Variabel Ekonomi
Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya.

3. Variabel Politik
Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.

4. Variabel Teknologi
Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha. Perusahaan yang statis dan tidak mengikuti perkembangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien.

II. Dunia Usaha atau Bisnis Umum Secara Langsung

Dalam dunia usaha terdapat dua (2) pihak yang berkepentingan (stakeholder) yang berpengaruh secara langsung, yakni external stakeholder (pihak luar) dan internal stakeholder (pihak dalam) :
A. Pihak Internal Dunia Usaha
1. Karyawan
Dengan memiliki sumber daya manusia atau sdm yang baik akan sangat membantu dunia bisnis untuk maju.
2. Pemegang Saham dan Dewan Direksi
Adalah dua bagian penting yang mengatur kegiatan atau jalannya roda perusahaan publik di mana para pemegang saham memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi suatu perusahaan dengan hak suara yang dimilikinya sesuai dengan persentase saham yang dimiliki.

B. Pihak Eksternal Dunia Usaha
1. Pelanggan / Konsumen
Konsumen dapat dibagi atau dibedakan menjadi 2, yaitu konsumen perorangan atau individu dan konsumen lembaga/perusahaan/bisnis. Konsumen membelanjakan uang yang dimilikinya untuk barang atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan.
2. Pemasok / Suplier / Suplayer
Membatu perusahaan untuk mendapatkan faktor produksi atau input untuk diolah menjadi keluaran atau output yang memiliki nilai tambah.
3. Pemerintah
Lembaga yang membuat undang-undang, kebijakan serta peraturan agar roda perekonomian suatu negara atau daerah dapat berjalan seperti yang telah direncanakan.
4. Serikat Pekerja
Berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan pekerja seperti upah, jam kerja, fasilitas, kondisi kerja, dan sebagainya
5. Pesaing / Rival
Semakin kuat pesaing kita maka akan mengurangi omset perusahaan, sehingga perlu secara terus menerus melakukan pengembangan dan perbaikan untuk dapat menguasai pasar.
6. Lembaga Keuangan
Contohnya seperti bank, asuransi, leasing atau sewa guna, dan lain sebagainya yang membantu perusahaan dalam mengelola keuangannya.
7. Lembaga Konsumen
Lembaga ini akan membantu konsumen dalam memperjuangkan haknya. Jika ada masalah antara konsumen dengan produk perusahaan, maka lembaga konsumen akan membantu konsumen.
8. Kelompok Khusus
Contohnya seperti kelompok sosial, kelompok pecinta alam, dan lain-lain
9. Pihak yang Berkepentingan Lain
Memperhatikan lembaga atau organisasi lain yang berhubungan dengan bisnis yang dijalankan. Jika kita terjun ke dalam bisnis rumah sakit, maka kelompok dokter, paramedis, pasien, dan lainnya harus diperhatikan.

Macam dan Jenis Manajer atau Manajemen
A. Berdasarkan Level atau Tingkatan
Pada umumnya manajer memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, serta penyusunan staf namun dari sisi tingkat atau level manajemen dapat dibagi menjadi tiga / 3 macam, yakni :
1. Manajer Puncak / Top Manager
Tanggung jawab dari manajer puncak adalah keseluruhan kinerja dan keefektifan dari suatu perusahaan. Manajer tingkat puncak membuat kebijakan, keputusan dan strategi yang berlaku secara umum pada suatu perusahaan. Manajer puncak juga yang melakukan hubungan dengan perusahaan lain dan pemerintah.

2. Manajer Menegah / Middle Manager
Manajer tingkat menengah berada di antara manajer puncak dan manajer lini pertama. Manajer ini bertugas mengimplementasikan strategi, kebijakan serta keputusan yang diambil oleh manajer tingkat atas atau puncak.

3. Manajer Lini Pertama / First-Line Manager
Manajer tingkat bawah ini kebanyakan melakukan pengawasan atau supervisi para karyawan dan memastikan strategi, kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh manajer puncak dan menengah telah dijalankan dengan baik. Manajer lini pertama juga memiliki andil dan turut serta dalam proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.

B. Berdasarkan Sikap Globalisasi Internasional
Berdasarkan sikap dan perilaku para manajer internasional dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
1. Ethnocentric Manager / Manajer Etnosentris
Ethnocentric Manager adalah manajer yang memiliki anggapan atau persepsi bahwa budaya dan perilaku kerja di negara tempat asalnya jauh lebih baik daripada tempat lain. Contohnya adalah di mana para manajer asing lebih suka memberikan kesempatan jenjang karir pada pekerja asing saja sehingga menimbulkan diskriminasi.

2. Polycentric Manager / Manajer Polisentris
Polycentric Manager adalah manajer yang menggangap bahwa pekerja asing dan pekerja lokal memiliki perbedaan yang cukup jauh dan tenaga kerja dalam negeri lebih memiliki daya saing dan skill di lapangan.

3. Geocentric Manager / Manajer Geosentris
Geocentric Manager memiliki suatu anggapan yang lebih realistik dibanding kedua jenis manajer di atas. Manajer geosentris memahami bahwa terdapat kekurangan dan kelebihan pada budaya yang ada sehingga perlu dibuat adanya penyesuaian budaya dengan memnggabungkan keduanya untuk membentuk budaya yang baru yang lebih kuat dan efektif.

Pengertian Pasar dan Faktor Produksi
Dalam pengertian yang sederhana atau sempit pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu.Definisi pasar secara luas menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya.
Pada umumnya suatu transaksi jual beli melibatkan produk/barang atau jasa dengan uang sebagai alat transaksi pembayaran yang sah dan disetujui oleh kedua belah pihak yang bertransaksi.Kegiatan faktor produksi adalah kegiatan yang melakukan proses, pengolahan, dan mengubah faktor-faktor produksi dari yang tidak/kurang manfaat/gunanya menjadi memiliki nilai manfaat yang lebih. Faktor- Faktor produksi yang umumnya digunakan adalah tenaga kerja, tanah, dan modal. Kelangkaan pada suatu faktor produksi biasanya akan menyebabkan kenaikan harga faktor produksi tersebut.