Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

4 Pengusaha dermawan Indonesia versi Forbes

Majalah bisnis terkemuka, Forbes, melansir daftar orang kaya yang dermawan di kawasan Asia. Ada 48 orang kaya yang masuk jajaran 48 Heroes of Philanthropy.
Mereka dianggap dermawan atau baik hati lantaran kerap membuat program-program kemanusiaan dengan dana yang besar dari perusahaan. Pengusaha yang dicap dermawan oleh Forbes, tergolong cukup rajin membantu masyarakat miskin dengan pelbagai program yang inovatif.
Dari 48 orang yang masuk jajaran pengusaha dermawan se-Asia, ada empat orang pengusaha Indonesia di dalamnya.
Di dalam negeri, kita memang sering melihat pelbagai aksi kemanusiaan yang dilakukan pengusaha. Namun, tidak semua pengusaha di Indonesia yang kerap melakukan aksi kemanusiaan, masuk jajaran orang dermawan versi Forbes.
Forbes punya penilaian khusus. Salah satu yang masuk jajaran pengusaha dermawan adalah mantan Wakil Presiden yang kini menjabat sebagai ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla .
Siapa saja pengusaha dermawan dari Indonesia versi Forbes? Berikut empat orang tersebut.

1. Anne Avantie (perancang busana)

Anne Avantie menjadi penyokong dana untuk Wisma Kasih Bunda. Wisma Kasih Bunda ialah sebuah rumah di Semarang untuk anak-anak dengan hidrosefalus dan gangguan lainnya.Â
Anne telah membantu lebih dari 800 anak sejak dia pertama kali mendirikan fasilitas tersebut pada 2002. Dia juga membantu membayar biaya medis hingga USD 2.000 atau setara Rp 19,6 juta per anak.Â
Sebagai social entrepreneur dia juga membiayai pelatihan dan lokakarya untuk penjahit, mahasiswa dan ibu rumah tangga. Wanita berumur 49 tahun ini turut membuka Pendopo, sebuah toko yang menjual pakaian hasil para penjahit lokal.







2. Muhammad Jusuf Kalla (pemilik Kalla Grup)

Salah satu mantan Wakil Presiden Indonesia ini telah bersumpah untuk meningkatkan kinerja bank darah nasional dalam upaya meningkatkan pasokan kepada pasien rumah sakit dan korban bencana.?
Kalla Foundation, yayasan sosial yang telah berdiri selama 29 tahun bentukannya ini, telah menyumbang USD 1,3 juta atau setara Rp 12,7 miliar tahun lalu. Dana tersebut diperuntukkan membangun sekolah khusus anak-anak miskin di Bone, Sulawesi Selatan dan menanam 10.000 pohon di sepanjang hamparan pantai Sulawesi Selatan.?
Yayasan ini didanai melalui melalui perusahaan swasta yakni Kalla Grup yang bergerak di bidang usaha otomotif dan properti. Jusuf Kalla juga memutuskan memberi 20 persen keuntungan dari proyek pembangkit listrik tenaga air di Sulawesi Tengah milik Kalla Grup untuk yayasan.
4 Pengusaha dermawan Indonesia versi Forbes

3. Tahir (pemilik Mayapada Grup)

Pendiri Mayapada Grup ini terkenal menjadi salah satu pendonor pada mahasiswa dan perguruan tinggi. Yayasan miliknya, Yayasan Tahir, pada April lalu berjanji akan menyumbang dana mencapai USD 25 juta atau sekitar Rp 245 miliar untuk satu tujuan ambisius yakni memberantas penyakit polio di Indonesia pada 2018.
Angka tersebut sama besarannya dengan yang akan dikeluarkan Yayasan Bill dan Melinda Gates dalam mendorong vaksinasi dan kampanye pendidikan. Sumbangan tersebut merupakan bagian dari total kebutuhan dana sebesar USD 200 juta untuk lebih dari 5 tahun dalam mendukung kesehatan masyarakat dalam memberantas penyakit menular seperti TBC, malaria dan HIV.
Setiap yayasan ini akan menyumbang dana mencapai USD 100 juta.

4. Irwan Hidayat (pemilik Sido Muncul Grup)

Pemilik Grup Sido Muncul ini rata-rata menghabiskan USD 280.000 atau setara Rp 2,7 miliar setiap tahun untuk mengadakan program Mudik Gratis. Program ini diperuntukkan pada pekerja berpenghasilan rendah di wilayah Jakarta selama liburan Islam Idul Fitri.
Dimulai sejak 22 tahun yang lalu, program ini telah memberikan mudik gratis pada sekitar total 190.000 orang. Saat ini, mudik gratis telah menyewa sekitar 300 bus per tahun.
Sejak 2010 dia juga menghabiskan USD 2,5 juta atau Rp 122,5 miliar per tahun untuk operasi mata gratis bagi 12.000 orang penderita katarak. Program ini bekerjasama dengan 97 rumah sakit swasta dan 100 rumah sakit militer di seluruh negeri.
Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki penderita penyakit katarak tertinggi di Asia Tenggara.


Rabu, 01 Mei 2013

Gabung ke Indosiar, penjualan saham SCTV dihentikan

Gabung ke Indosiar, penjualan saham SCTV dihentikan
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan penghentian sementara saham (suspensi) PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Suspensi tersebut lantaran adanya penggabungan antara SCTV dan PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM).
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa BEI, Umi Kulsum mengatakan Suspensi tersebut telah diberlakukan pada sesi pertama perdagangan bursa saham hari ini (26/4).
"Perseroan yang membawahi stasiun televisi SCTV ini disuspensi di pasar reguler dan pasar negosiasi," ujar dia yang dikutip dalam keterbukaan informasi kepada BEI, Jakarta, Jumat (26/4).
Umi menegaskan, suspensi tersebut akan dibuka kembali pada perdagangan bursa saham pada 1 Mei mendatang. "Dan akan mulai dibuka di seluruh pasar pada 1 Mei 2013," tegas dia
Sebelumnya, Indosiar telah mengajukan suspensi sukarela pada 18 April 2013 sehubungan dengan penggabungan usaha media ini. Penghentian dimulai 26 hingga 30 April 2013.
Penggabungan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Indosiar Karya Media Tbk atau Indosiar.
[rin]

Biaya operasional naik, laba Indofood turun 24,8 persen

Biaya operasional naik, laba Indofood turun 24,8 persen
PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) mencatatkan penurunan laba usaha di kuartal pertama 2013. Hal ini lantaran melonjaknya beban biaya operasional perseroan.
Indofood mencatat penurunan laba usaha sebesar 24,8 persen menjadi Rp 1,34 triliun selama tiga bulan pertama tahun ini dibanding periode sama tahun lalu Rp 1,78 triliun. Margin laba usaha perseroan juga turun dari 15 persen menjadi 10,4 persen.
"Hal ini disebabkan oleh turunnya harga crude palm oil (CPO) dan karet, ditambah beban yang lebih tinggi," ujar Chief Executive Officer (CEO) INDF, Anthony Salim dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/4).
Menurutnya, pencapaian hasil kuartal pertama sangat dipengaruhi oleh turunnya kinerja Grup Agribisnis. Namun, perseroan mencatat penurunan yang tidak terlalu signifikan karena mendorong pertumbuhan grup usaha lain seperti Grup CBP dan Bogasari.
"Perseroan akan tetap berkomitmen dan fokus untuk terus mempertahankan pertumbuhan serta meningkatkan nilai perusahaan ke depannya," ungkap dia.
Kendati demikian, perseroan juga mendorong pertumbuhan penjualan yang per akhir kuartal pertama tercatat naik 8,7 persen menjadi Rp 12,86 triliun dibanding periode sama tahun lalu Rp 11,83 triliun.
Emiten ritel ini, mempunyai kontribusi terbesar yang disumbangkan dari Grup Produk Konsumen Bermerk, yaitu sebesar 45 persen. Sedangkan Grup Bogasari berkontribusi sebesar 26 persen, Grup Agribisnis berkontribusi sebesar 21 persen dan sisanya 8 persen dari Grup Distribusi.
Total penjualan Grup CBP yang terdiri dari divisi mie instan, susu, makanan ringan ini tumbuh 10,9 persen menjadi Rp 5,7 triliun. Pertumbuhan terutama didorong oleh penjualan mi instan.
Grup Bogasari mencatat peningkatan penjualan sebesar 13,3 persen, terutama disebabkan oleh kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan. Grup Distribusi mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 10,4 persen menjadi Rp 1,02 triliun.
Perseroan mencatat penurunan penjualan dari Grup Agribisnis sebesar 3,1 persen. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga jual rata-rata penjualan produk kelapa sawit dan karet.
"Selain itu juga disebabkan oleh penurunan penjualan produk minyak dan lemak nabati," jelasnya.
Hal tersebut secara tidak langsung membuat laba bruto turun 5,1 persen menjadi Rp 3,11 triliun dibanding periode sama tahun lalu Rp 3,27 triliun.
Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 11,4 persen menjadi Rp 722,4 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 815 miliar.
[rin/IDU]

7 Negara boros subsidi BBM

7 Negara boros subsidi BBM
Subsidi energi menjadi jurus suatu negara dalam membantu masyarakatnya menghadapi tekanan biaya hidup sehari-hari. Energi menjadi salah satu aspek vital dalam sendi kehidupan. Maka dari itu perannya dalam tingkat kesejahteraan sangat besar.
Dampak energi pada kehidupan yang sangat penting ini membuat berbagai pemerintahan di negara manapun memberi perhatian lebih di komoditas itu. Tingkat kemiskinan suatu negara juga ditentukan oleh faktor energi ini.
Subsidi pada komoditas Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam hal ini membantu menekan naiknya harga barang dan jasa dari aspek biaya produksi. Oleh karena itu efek dari kenaikan BBM ini akan menimbulkan peningkatan kemiskinan dan pengangguran.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Sebuah penyedia lapangan kerja akan memangkas ongkos produksinya pada saat terjadi kenaikan harga BBM dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) demi tetap menjaga kestabilan usaha. Pada saat itulah pengangguran dan kemiskinan bermunculan.
Di Indonesia, subsidi pada sektor energi cukup besar. Pada tahun 2013, subsidi energi ditetapkan sebesar Rp 272,4 triliun. Terdiri dari subsidi BBM sebesar Rp 193,8 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp 78,6 triliun.
Dalam hal besarnya subsidi BBM, Indonesia tidak sendiri. Dari data Earth Policy Institute tercatat ada 7 negara dengan besaran anggaran subsidi BBM di atas Indonesia. Berikut merdeka.com akan mengulasnya.

1. Iran

Earth Policy Institute menempatkan Iran dalam urutan pertama dengan besaran subsidi BBM sebesar USD 80 miliar atau sekitar Rp 777,7 triliun. Tingginya besaran subsidi BBM ini disadari pemerintahan Iran yang selanjutnya memutuskan untuk menghapuskannya secara bertahap.
Pemerintah Iran menyadari bahwa negaranya memiliki cadangan gas yang sangat besar dan inilah yang dioptimalkan. Pemerintah Iran melihat jika rakyat menggunakan bahan bakar gas, Iran akan menghemat sangat banyak uang untuk subsidi dan bahkan menghasilkan banyak keuntungan karena cadangan minyaknya dapat dijual ke negara lain.
Inilah yang secara sistematis dilakukan Iran dan dilakukan secara berkelanjutan meski kepala negaranya telah berganti-ganti.

2. Arab Saudi

Arab Saudi menempati urutan kedua dalam daftar Earth Policy Institute sebagai negara pemberi subsidi BBM terbesar. Arab Saudi tercatat memberi sekitar USD 60 miliar atau Rp 583,3 triliun.
Digambarkan bahwa di Arab harga satu galon bensin lebih murah dibandingkan dengan sebotol air karena mendapatkan subsidi yang besar dari pemerintah. Harga minyak yang sangat murah memicu konsumsi dari masyarakat secara besar-besaran.
Pemerintah Arab Saudi tidak berani untuk mencabut pengeluaran subsidi energinya karena khawatir dapat menyebabkan pemberontakan politik.

3. Rusia dan India

Dua negara ini memberi dana subsidi BBM kepada masyarakatnya sekitar USD 40 miliar atau Rp 388,8 triliun. Sekitar 60 persen gas alam yang dihasilkan Rusia dijual dengan harga murah karena disubsidi pemerintah. Konsumen utamanya para pebisnis Rusia, swasta, dan sistem pemanas yang tidak efisien.
Sementara di India seperempat dari 1,2 miliar penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan. Namun subsidi bahan bakar minyak yang tinggi ini tidak dinikmati warga miskin malah cenderung dinikmati orang kaya.
Akibat besarnya subsidi India membuat negara ini mencatatkan defisit yang mengancam pertumbuhan ekonominya. Pemerintah India menargetkan defisit anggaran 5,1 persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun fiskal 2012-2013 dengan menjaga subsidi BBM di

 



4. Venezuela

Earth Policy Institute mencatat Venezuela memberikan dana subsidi BBM sekitar USD 25 miliar atau Rp 243 triliun. Murahnya harga BBM ini menjadi salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah Venezuela mengklaim pemberian subsidi tersebut dibarengi dengan upaya pembangunan budaya masyarakat dan semangat untuk menghemat serta melestarikan sumber daya alam yang tak terbaharukan.
Venezuela menyadari pengguna terboros energi di negaranya adalah instansi pemerintahan. Oleh karenanya dengan adanya aturan tersebut diharapkan pemborosan dapat dikurangi dan budaya penghematan energi dapat tercipta.
Venezuela kini sedang mempersiapkan dan berupaya mengarah pada penciptaan tenaga listrik yang bersumber dari angin.

5. Mesir

Mesir, menurut Earth Policy Institute, memberikan subsidi BBM pada masyarakatnya sekitar USD 23 miliar atau Rp 223,6 triliun.? Harga bensin di Mesir termasuk terendah di dunia.
Meski pun Mesir merupakan negara penghasil minyak dalam jumlah besar, negara ini mengonsumsi 90 persen bahan bakar untuk kebutuhan dalam negeri.
Pemerintah Mesir ke depan akan mengetatkan anggaran subsidi energi ini demi mendapat pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk pemulihan ekonominya.

6. Irak

Earth Policy Institute mencatat anggaran subsidi kedua negara tersebut berada di kisaran USD 22 miliar atau Rp 213 triliun. Pemerintah Irak memutuskan untuk memangkas besaran subsidi ini dikarenakan implementasi pemberian subsidi tidak tepat sasaran.
Sama seperti di Indonesia, subsidi di Irak juga banyak dinikmati oleh kelompok mampu dan banyak timbul penyeludupan akibat murahnya harga BBM.
Salah satu negara penghasil minyak tertua di dunia ini merasa subsidi BBM justru dinikmati pada orang mampu yang memiliki kendaraan pribadi. Masyarakat kecil justru tidak memilikinya.

7. Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab (UEA) menganggarkan dana subsidi bagi rakyatnya sekitar USD 21 miliar atau Rp 204,1 triliun.
UEA merupakan negara kedua penghasil minyak dan gas alam di dunia. Namun, permintaan domestik mengharuskan negara mengimpor gas alam untuk kebutuhan dalam negeri dan mengurangi volume bahan bakar cair yang tersedia untuk ekspor.
Sebagai salah satu negara pemasok minyak terbesar minyak di dunia, harga BBM di UEA hanya Rp 4.300 per liter.

Manulife raup laba bersih Rp 1,3 triliun

Manulife raup laba bersih Rp 1,3 triliun
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia membukukan laba bersih mencapai Rp 1,3 triliun sepanjang tahun lalu. Laba bersih tahun 2012 ini meningkat 372 persen dibanding 2011.
Kepala Divisi Akuntansi Manulife Ogan Irfan menjelaskan pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh keberhasilan berinvestasi dan memaksimalkan potensi obligasi perusahaan. Pemasukan terbesar dari imbal hasil investasi sebesar Rp 3,8 triliun.
"Net income bisa mencapai 372 persen ada faktor pendorong, yaitu investasi kami mencapai dua kali lipat, sebesar Rp 3,8 triliun. Sebelumnya investasi kami hanya Rp 1.1 triliun pada 2011," ujar Ogan saat jumpa pers paparan kinerja tahunan di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (1/5).
Ogan menilai pihaknya telah berhasil mengelola obligasi berdasarkan polis yang mereka miliki. Manulife pun akhirnya mendapat pemasukan 60 persen dari polis premium yang turut memasukkan fungsi investasi. Meski demikian, paket asuransi tradisional, seperti asuransi jiwa dan kecelakaan, masih menyumbang 40 persen pendapatan.
"Sebagian dari investment income ini realisasi penjualan obligasi kami. Secara berkala kami hitung ulang obligasi yang ada agar sesuai usia polis. Di 2012 yang paling besar drivernya investasi dari pada underwriting," ungkap Ogan.
Selain itu jumlah klaim juga melonjak menjadi Rp 3 triliun dari Rp 2 triliun pada 2011. Mayoritas klaim oleh surrender (penarikan asuransi sebelum kematian) dan kematian. Namun, tetap ada pula polis selesai dan perawatan rumah sakit.
Perusahaan yang berpusat di Jakarta itu memperoleh Risk Based Capital (RBC) sejumlah 294,68 persen, jauh melebihi persyaratan pemerintah yaitu 120 persen. Total Premi Bisnis Baru Syariah sejumlah Rp 20,7 miliar, naik 104 persen dari Rp 10,2 milyar pada 2012.
Sementara jumlah agen Manulife meningkat sebanyak 29 persen 10.047 agen di akhir tahun 2012. Jumlah kontrak polis asuransi aktif juga telah mencapai lebih dari 1,6 juta di akhir 2012. Alhasil total pengeluaran klaim dan manfaat bruto bagi para pemegang polis mencapai Rp3,8 triliun pada 2012, naik 50 persen dibanding Rp2,5 triliun pada 2011.
[noe/IDU]

Selasa, 30 April 2013

Kunjungan wisman naik 10 persen di bulan Maret

Kunjungan wisman naik 10 persen di bulan Maret
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Maret 2013 mencapai 725.300 orang atau naik 10,13 persen dari periode yang sama tahun lalu mencapai 658.600 orang.
Kepala BPS Suryamin mengatakan jika dibandingkan Februari 2013, jumlah kunjungan wisman pada Maret naik sebesar 6,91 persen.
"Secara kumulatif, periode Januari-Maret 2013 jumlah kunjungan wisman mencapai 2,02 juta orang atau naik enam persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun lalu mencapai 1,90 juta," ujar dia dalam jumpa pers di Kantornya, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (1/5).
Suryamin menegaskan jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Maret 2013 naik 10,80 persen dibanding Maret 2012 yaitu dari 223.000 orang menjadi 247.000 orang.
"Jika dibanding Februari 2012, jumlah kunjungan wisman ke Balik melalui Ngurah Rai juga naik 4,24 persen," tegas dia.
Sedangkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada Maret 2013 mencapai rata-rata 52,20 persen atau turun 0,47 persen dibandingkan dengan TPK Maret 2012 yang tercatat 52,67 persen.
"Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama Maret 2013 tercatat sebesar 1,98 hari atau turun 0,03 hari dibanding dengan keadaan Maret 2012," pungkas dia.
[rin/id]

Minggu, 07 April 2013

Peluang Usaha Pertanian dalam Greenhouse


Peluang usaha bidang pertanian ini dapat diterapkan juga pada peluang usaha hidroponik dan pertanian lainnya.
Pengembangan pertanian menggunakan teknologi greenhouse menjadi semakin penting jika dikaitkan dengan upaya peningkatan daya saing produk agribisnis nasional secara berkelanjutan untuk memenuhi tuntutan pasar global, disamping aman dikonsumsi (food safety attributes), punya kandungan nutrisi tinggi (nutrional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes), juga pasar membutuhkan produksi sepanjang tahun tanpa permasalahan iklim menjadikan kendala.
Pertanian didalam greenhouse adalah sistem produksi pertanian yang mengabungkan pemanfaatan perlindungan tanaman dari intensitas hujan, sinar matahari dan iklim mikro, yang mengoptimalkan pemeliharaan tanaman, pemupukan dan irigasi mikro, sehingga mampu meningkatkan produksi sayuran, buah dan bunga yang berkualitas tanpa tergantung dengan musim.
Pengembangan pertanian di dalam greenhouse dengan cara, antara lain:
1. Membangun greenhouse produksi dan perlengkapnnya
2. Membangun tempat pembibitan (nursery)
3. Membuat sistem irigasi mikro untuk greenhouse
4. Membuat Water Storage untuk keperluan sistem irigasi
5. Pelatihan produksi pertanian dengan teknologi greenhouse secara on farm (learning by doing).
Sejumlah keuntungan yang dapat dipetik dari pengembangan greenhouse untuk pertanian antara lain adalah:
1. Mengenalkan teknologi pertanian alternatif yang bisa dilakukan oleh pelaku usah pertanian untuk usaha tani yang menguntungkan dan terkesan pertanian modern yang berbahan lokal.
2. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, karena: (1) Harga jual hasil produksi pertanian didalam greenhouse seringkali lebih mahal; (3) Mendekatkan pasar global dengan hasil kepastian produksi pertanian yang berkualitas dan kepastian suplai (4) Pengembangan pertanian dengan teknologi greenhouse berarti mendorong (memacu) daya saing produk agribisnis Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar internasional terhadap produk pertanian yang berkualitas dan kontinyu yang terus meningkat. Ini berarti akan mendatangkan devisa bagi pemerintah dan pemerintah daerah, yang pada akhirnya akan/dapat meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri;
3. Meminimalkan semua bentuk penggunann bahan kimi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian konvensional. Karena kegiatan pertanian di dalam greenhouse: Menerapkan Pengelolaan Hama Terpadu;
4. Kegiatan pertanian didalam greenhouse selain menciptakan lapangan kerja baru juga dapat meningkatkan perolehan teknologi pertanian di perdesaan. Pertanian teknologi greenhouse akan menciptakan hadirnya peluang pasar lain yang berarti adanya lapangan kerja baru bagi masyarakat perdesaan. Disamping itu, penerapan pertanian dengan greenhouse juga akan mendorong terciptanya kerjasama kemitraan antara petani-pasar-penyedia input.
5. Dengan demikian, nampak bahwa kegiatan pertanian dengan mengunakan greenhouse merupakan suatu sistem pertanian yang terintegrasi, ekonomis, berkualitas, produksi sepanjang musim dan dapat meningkatkan nilai tambah masyarakat. Untuk merealisasikan usaha pertanian dengan greenhouse ini, dibutuhkan kegiatan pengembangan langsung kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan pengembangan greenhouse pertanian di lapangan. Kegiatan pengembangan usaha produksi pertanian dengan greenhouse ini dapat dilakukan melalui intensifikasi lahan usaha dan/atau lahan transmigrasi, sehingga mempunyai daya produksi sebagai sentra pertanian berbagai sayuran.

BISNIS AQUAPONIC DAN HIDROPONIK

quaponic adalah kombinasi dari akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Dalam aquaponic, air yang mengandung nutrisi yang dihasilkan dari budidaya ikan merupakan sumber pupuk alami untuk tanaman yang tumbuh. Tanaman sendiri mengkonsumsi nutrisi, dan membantu untuk memurnikan air bagi kehidupan ikan, sehingga merupakan Sebuah proses mikroba alami yang menjadikan antara ikan dan tanaman tetap sehatsehat. Hal ini menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dimana kedua tanaman dan ikan dapat berkembang. Aquaponics adalah jawaban ideal untuk masalah petani ikan untuk membuang air yang kaya nutrisi dan petani hidroponik yang memang sangat perlu air kaya nutrisi.

Tanaman sistem Hidroponik tumbuh dalam larutan air dan nutrisi, tanpa tanah. Solusinya dapat dibuat dengan menambahkan unsur-unsur yang diperlukan tanaman dalam air, yang akan diserap langsung ke akar tanaman. Dalam beberapa sistem hidroponik akar berada dalam media tumbuh yang membuat mereka tetap lembab, aerasi dan jumlah oksigen juga membantu untuk mendukung tanaman
Dalam akuakultur, air cepat mengandung gizi karena kaya dengan ikan dalam mencerna makanan dan membuang air limbah. Air limbah biasanya disaring agar bebas dari limbah yang tidak berguna.
Kita akui, model akuakultur belum seluruhnya optimal sebagai usaha potensial, tetapi dimasa datang, bukan tidak mungkin ini menjadi usaha yang dapat di garap secara komersial, sebab dengan mengabungkan aquaponics, petani hidroponik dapat menghilangkan biaya dan tenaga kerja yang terlibat dalam mencampur larutan pupuk dan akuakultur komersial mungkin dapat secara drastis mengurangi jumlah filtrasi yang diperlukan dalam sirkulasi budidaya ikan.
PRINSIP KERJA

Input utama untuk sistem aquaponic adalah makanan ikan. Ikan makan sampah makanan dan mengekskresikan. Lebih dari 50% dari limbah yang dihasilkan oleh ikan adalah dalam bentuk amonia disekresi dalam urin dan, dalam jumlah kecil, melalui insang. Sisa dari limbah, dikeluarkan sebagai kotoran, mengalami proses yang disebut mineralisasi yang terjadi ketika bakteri heterotrofik mengkonsumsi limbah ikan, materi tanaman yang membusuk dan tidak-makan makanan, mengubah ketiga untuk senyawa amoniak dan lainnya. Dalam jumlah yang cukup amonia merupakan racun bagi tanaman dan ikan.

Bakteri nitrifikasi, yang secara alami hidup di air, tanah dan udara, mengubah amonia menjadi nitrit pertama dan kemudian menjadi nitrat yang mengkonsumsi tanaman. Dalam sebuah sistem aquaponic bakteri heterotrofik dan nitrifikasi akan melekat pada dinding tangki, bawah dari rakit, bahan organik, media tumbuh (jika digunakan) dan di kolom air. Bakteri menguntungkan dibahas di sini adalah alam dan akan menghuni sistem aquaponic sesegera amonia dan nitrit yang hadir.


Pada dasarnya, Anda memiliki tiga tanaman untuk tetap hidup di aquaponic - ikan, tanaman dan bakteri menguntungkan. Entitas ini hidup tiga masing-masing bergantung pada yang lain untuk hidup. Bakteri mengkonsumsi limbah ikan menjaga air bersih untuk ikan. Dalam proses ini, bakteri memberikan tanaman dengan bentuk yang bermanfaat dari nutrisi. Dalam menghilangkan nutrisi melalui pertumbuhan tanaman, tanaman membantu membersihkan air ikan hidup masuk.


Aquaponics adalah metode yang sangat efisien makanan tumbuh yang menggunakan minimum air dan ruang dan memanfaatkan limbah, sehingga produk akhir organik, ikan sehat dan sayuran. Dari sudut pandang gizi, aquaponics menyediakan makanan dalam bentuk kedua protein (dari ikan) dan sayuran.
Metode Aquaponics

Ada berbagai macam konfigurasi sistem aquaponic. Komponen umum untuk setiap sistem aquaponic adalah tangki ikan dan tempat pertumbuhan tanaman. Variabel termasuk komponen filtrasi, komponen pipa, jenis tempat tidur tanaman dan jumlah dan frekuensi sirkulasi air dan aerasi. Secara umum, sistem yang memanfaatkan filtrasi beberapa untuk menghilangkan limbah padat ikan akan memiliki produksi yang lebih tinggi dari ikan dan tanaman daripada mereka yang tidak menggunakan filtrasi.
Ada tiga metode utama aquaponic muncul di industri. Setiap jika metode ini didasarkan pada desain sistem hidroponik, dengan akomodasi untuk ikan dan filtrasi, diantaranya Rafting Sytem, NFT (Nutrient Film Technique) dan growing media.

Komoditi Aquaponic

Ikan dan tanaman yang dipilih untuk sistem aquaponic harus memiliki kebutuhan yang sama, baik suhu  dan pH. Akan selalu ada beberapa kompromi dengan kebutuhan ikan dan tanaman tetapi, semakin dekat dengan kondisi baik suhu dan pH, maka mereka akan semain cocok, dan lebih berhasil dalam teknik akuakultur.
Sebagai gambaran bahwa, kondisi air yang hangat,dan air tawar, merupakan kombinasi ikan dan tanaman seperti selada, dan herbal tumbuh dengan baik, sistem hidroponik yang sesuai dengan ini adalah Rafting dan NFT. Dalam sistem sangat penuh dengan ikan, Anda mungkin beruntung dengan tanaman buah seperti tomat dan paprika, dengan aquaponic yang memerlukan tangki-tangki air untuk ikan.

Potensi Budidaya Kolam di Sulawesi Tengah

Jenis dan Jumlah Produksi Perikanan Budidaya Kolam Tahun 2010 :
Ikan Mas : 2.182 ton
Ikan Nila : 1.833 ton
Ikan Lele : 35 ton
Ikan Patin : 1 ton
Ikan Bawal : 2 ton
Ikan Mujair : 240 ton
Produksi 2011 (ton) 4.395
Produksi 2010 (ton) 4.294
Produksi 2009 (ton) 3.537
Produksi 2008 (ton) 1.617
Produksi 2007 (ton) 1.663

Sumber Data:
Peta Potensi Provinsi Sulawesi Tengah
Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah
Jl. Prof. M. Yamin Palu

Updated: 16-4-2012

Pemerinta Kab. Sigi dan Balai Diklat Perikanan Aertembaga Tindaklanjuti Kerjasama Pengembangan SDM Perikanan Sigi

Kabupaten Sigi dengan luas wilayah 5.196,02 KM2 secara geografis adalah Kabupaten di Propinsi Sulawesi Tengah yang tidak memiliki laut. Dengan demikian pengembangan budidaya di bidang perikanan air tawar tentu sangat sejalan dengan potensi yang ada. Salah satunya adalah ikan lele.
Ikan lele (Clarias sp) merupakan salah satu komoditas unggulan kegiatan budidaya perikanan. Pengembangan usahanya dapat dilakukan mulai dari benih sampai dengan ukuran konsumsi yang dipelihara dengan padat penebaran tinggi dalam lahan terbatas (hemat lahan) dikawasan marginal dan hemat air. Setiap segmen usaha ini sangat menguntungkan, selain untuk konsumsi lokal, ikan lele telah mulai diekspor dan permintaannya pun cukup besar. Konsumsi ikan lele beberapa tahun terakhir ini semakin meningkat.
Dalam rangka pengembangan sumberdaya manusia perikanan maka dilaksanakan pelatihan bagi pembudidaya yang berada di Kabupaten Sigi melalui 2 kegiata yaitu yang pertama adalah pelatihan budidaya air tawar (ikan lele) yang diikuti oleh 30 orang peserta dan yang kedua adalah pelatihan pembuatan pakan ikan yang diikuti oleh 20 orang peserta yang dibiayai oleh APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dan didukung pelatih yang berasal dari Balai Diklat Perikanan Aertembaga sebanyak 2 orang.
Adapun kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dari pemerinta Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga Bitung Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama Pengembangan Sumberdaya Manusia, nomor : 523.3/0392/DISTANAKAN dan nomor :  /BPPP-BTG/III/2011 yang ditandatangani oleh Bupati Sigi Ir. H. Aswadin Randalembah dengan Kepala Balai Diklat Perikanan Aertembaga Pola S.T Panjaitan, A.Pi, M.M pada tanggal 19 Maret 2011 bertempat di Kampus pondok Pesantren Al-khairaat "Madinatul Ilmi" Kecamatan Dolo.

Bisnis tanaman tomat hidroponik


Memaksimalkan hasil dari tanaman tomat hidroponik telah lama menjadi tujuan utama bagi petani komersial.  Adanya pertumbuhan konsumen, yang berselera tinggi, praktis petani dituntut untuk menghasilkan tomat berkualitas tinggi dengan citra rasa yang khas.
Tomat, dalam pertanian  hidroponik  menghasilkan produksi  terbesar pada skala dunia, walaupun sangat kompleks dalam fisiologi dan teknik manajemen pertumbuhannya, karena dari mulai pertumbuhan vegetatif, berbunga dan berbuah semua harus tetap dipelihara secara bersamaan pada tanaman.
 
Sementara produk dan keragaman dalam budidaya tomat sistem hidroponik komersial telah menjadi salah satu cara dari petani untuk memaksimalkan keuntungan dari  tomat hidroponik dalam greenhouse, sistem ini lebih memerlukan tingkat ketarampilan yang lebih besar  dan pemahaman tentang tanaman dan produksinya. Dengan perkembangan yang cepat dan akurat,  perumusan nutrisi hidroponik dan pemantauan kebutuhan analisis kandungan gizi dari hasil tanamana, bisa cepat tersedia untuk petani, hal ini dimaskudkan  untuk menjaga pemborosan pupuk seminim mungkin.

Pasar untuk buah tomat segar akan terus berkembang, sehingga penting bagi petani untuk mengikuti perkembangan baru, penelitian dan uji coba varietas yang berbeda dan teknik dalam sistem hidroponik yang sesuai dengan tujuan hasil produksi mereka sendiri.
Seringkali, salah satu aspek yang paling membingungkan dari hidroponik produksi tomat adalah memilih varietas yang baik untuk tumbuh dan sesuai dengan pasar. Tomat adalah tanaman yang telah menjadi subyek dari pemuliaan tanaman yang luas, dan seleksi panjang atas periode waktu dan keragaman genetik jenis tomat,  untuk memilih dari varietas tomat tampaknya tak ada habisnya. Banyak varietas  telah dipilih dan disilangkan dari berbagai banyak generasi untuk menciptakan tanaman berbagai jenis, sistem tumbuh, lingkungan dan jenis buah. Juga, pemulia tanaman terus membawa varietas baru, hibrida yang ditingkatkan untuk produksi khusus hidroponik di Greenhouse. Menjalankan uji pada varietas baru setiap musim adalah salah satu cara petani komersial agar dapat memilih mana varietas yang dapat mingkatkan produksinya.

Produksi dan Kualitas Flavor
Ada banyak linformasi dari seluruh dunia yang menyatakan bahwa konsumen sering kecewa dengan rasa tomat segar, Hal ini mungkin disebabkan oleh kenyataan bahwa varietas modern belum dibiakkan khusus untuk rasa, atau karena mereka tumbuh secara intensif dengan penekanan pada hasil, visual yang baik dengan kualitas dan umur simpan yang lama. Hal ini sangat disayangkan karena tanaman tomat dapat dimanipulasi oleh program kandungan gizi untuk meningkatkan kualitas buah.

Seleksi varietas yang berbeda juga memainkan peran utama ketika mencari untuk meningkatkan rasa buah. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi rasa buah tomat, antaralain: genetik tanaman, tingkat pencahayaan, suhu, stres air, salinitas, komposisi nutrisi hidroponik dan luas daun (yang dipengaruhi oleh sistem hidroponik yang digunakan). Banyak variabel-variabel ini dapat dimanipulasi oleh petani untuk meningkatkan rasa buah tomat buah. 


Kekurangan cahaya dapat menghasilkan gula yang rendah dan kandungan bahan kering yang kurang, sehingga membatasi produksi fotosintat. Para peneliti telah menemukan bahwa larutan padatan varietas tomat dapat meningkat secara signifikan di bawah 16-jam,  dibandingkan dengan 12-jam dalam hari, tapi itu keasaman buah tidak terpengaruh. Sedangkan Pengaruh musim terkait dengan perubahan di antara cahaya dan suhu, yang memiliki pengaruh besar pada kualitas buah. Baik suhu dan warna cahaya mempengaruhi buah tomat.Cahaya adalah faktor utama yang menentukan tingkat fotosintesis tanaman, dengan jumlah gula dan bahan kering tersedia ke buah.  Suhu yang tinggi didalam greenhouse juga sering dikaitkan dengan rendahnya kualitas buah  dan serta gangguan pematangan.
Salah satu cara termudah untuk meningkatkan rasa tomat terletak dalam zona akar. Bagaimana petani mengelola input air dan pupuk adalah memiliki efek yang besar pada hasil dan kualitas buah yang dihasilkan. Cara termudah meningkatkan konstituen rasa buah tomat adalah untuk meningkatkan EC darim larutan nutrisi
Produksi tomat hidroponik melibatkan sejumlah kompleks interaksi antara tanaman genetika, lingkungan, dan pengelolaan tanaman, yang masing-masing memainkan peran dalam hasil buah dan penentuan kualitas. Namun, buah tomat memberikan banyak kesempatan bagi petani - baik besar  dan kecil - untuk memanipulasi baik pertumbuhan tanaman dan kualitas rasa dari buah dengan penggunaan nutrisi, dan seleksi varietas. Dengan informasi yang tepat dan percobaan, buah tomat dengan rasa luar biasa dan hasil yang tinggi dapat dicapai dari berbagai produksi yang berbeda.

Bisnis Greenhouse organik hortikultura

Greenhouse organik hortikultura didefinisikan oleh The International Society for Horticultural Science  (ISHS) sebagai produksi tanaman hortikultura organik (sayuran, tanaman hias dan buah-buahan) menggunakan input berasal hanya dari sumber alami, non-kimia, dengan pengelolaan iklim mikro didalam greenhouse.

Di seluruh dunia, sebagian besar greenhouse, atau sering disebut rumah tanaman, tetap menggunakan tanah sebagai media tumbuh,  tetapi di negara-negara maju, seperti di Eropa, Amerika Utara dan Australia, greenhouse dengan sistem hidroponik sangat mendominasi. 
Di negara-negara maju di awal tahun 1960, muali pindah ke greenhouse dalam produksi sayuran, yang dikombinasikan dengan peningkatan kontrol lingkungan greenhouse, hali ini telah mengakibatkan banyak peningkatan produktivitas dibandingkan dengan sistem berbasis media tanah. Data yang saya dapat, telah menunjukkan bahwa selama 50 tahun produktivitas dalam greenhouse dengan kontrol iklim mikro didalamnya telah meningkat 6,4% per tahun. Pada kenyataannya, 60 tahun yang lalu petani tomat di greenhouse  yang terbaik adalah mencapai 20 kg/M2/tahun, dan sekarang yang terbaik petani dapat panen 80 kg/M2/tahun.

Mencapai seperti produktivitas sebesar itu untuk di tanah sangat sulit sekali,  dengan demikian usaha  yang diperlukan untuk greenhouse organik hidroponik, akan terus memerlukan peningkatan  produksi jika produsen organik akan tetap dalam bisnis sayuran dan buah organik.

Kontrol lingkungan pertanian adalah sumber paling menguntungkan untuk pertanian yang intensif, dan dapat memungkinkan pencapaian produktivitas setinggi mungkin. Meningkatkan kondisi lingkungan akar adalah bagian penting dari ketersediaan tanaman dengan lingkungan yang optimal, dan keseimbangan antara kelembaban, suhu, aerasi dan ketersediaan nutrisi didalam  tanah bukanlah media yang mudah untuk memberikan tanaman dengan kombinasi yang ideal. Ketika kandungan ideal, aerasi cenderung tidak memadai, dan ketika aerasi sangat ideal kemudian kelembaban cenderung menjadi faktor pembatas. Untuk alasan ini kebanyakan petani, produsen tanaman di greenhouse cenderung ke arah menggunakan media (seperti rockwool, arang sekam, cocopeat, coir, dan gambut) yang memiliki lebih keseimbangan lingkungan akar,

Pertumbuhan tanaman di greenhouse dengan media tanah seringkali menimbulkan masalah besar, tidak hanya dalam hal kelembaban, dan aerasi, tetapi juga dalam hal gizi. Sebagai contoh, untuk tanaman sayuran buah (tomat, ketimun dan melon), petani  harus  memerlukan jumlah cukup besar nitrogen, fosfor dan kalium jika mereka ingin tanaman menjadi produktif. Jumlah ini jauh melebihi tingkat maksimum nutrisi yang dapat diterapkan sesuai standar di beberapa negara yaitu, P: 170 kg/ha/tahun dan P: 200 kg/ha/tahun.

Ini seharusnya memiliki implikasi serius untuk jangka panjang bagi kelangsungan industri pertanian  greenhouse berbasis tanah organik. Pilihan sederhana yang lebih baik adalah menerima pengurangan yang signifikan dalam produktivitas. Pengendalian hama penyakit di tanah dapat menjadi masalah lain dengan produksi tanaman organik di greenhouse, di mana rotasi tanaman pilihan sangat terbatas. Sebagian besar penyakit yang bekaitan dengan tanah dapat dikendalikan oleh ketahanan benih terhadapa penyakit dan sampai saat ini, kontrol nematoda yang digunakan adalah uap sterilise tanah. Tindakan ini (ternyata) diterima untuk produksi organik, meskipun tampaknya benar-benar melawan prinsip-prinsip organik, sebab hampir semua mikro organisme semuanya tewas.

Jadi, salah satu solusi yang mungkin adalah dengan menggunakan hidroponik, untuk memastikan bahwa tanaman menerima nutrisi yang memadai, dikombinasikan dengan sistem re-circulating. Ini akan mudah untuk dapat dicapai peningkatan produksi, bahkan di bawah peraturan IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movements) sekarang, dengan menggunakan hanya dari nutrien alam (non-kimiawi), seperti rumput laut, ikan, pupuk kandang, dll, untuk menyediakan nutrisi dari tanaman.

Pada akhirnya, pilihan yang sampai saat ini bisa diterapkan adalah sistem aquaponic, di mana limbah dari ikan diubah oleh bakteri dalam bio-filter menjadi nutrisi larut dalam tanaman, yang kemudian diberikan kepada akar tanaman dalam sistem re-circulating.

Aquaponic terbaik dapat didefinisikan sebagai kombinasi dari akuakultur dan hidroponik. Di aquaponic ikan dan tanaman diproduksi dalam satu sistem terpadu, di mana limbah ikan menyediakan sumber makanan untuk tanaman dan tanaman menyediakan alami dalam air di mana ikan hidup. Faktor kunci adalah bio-filter, antara ikan-ikan dan tanaman. Ini terdiri dari bakteri yang mengkonversi limbah ikan ke dalam larut nutrisi bagi akar tanaman. Konversi kunci adalah amonia (beracun untuk ikan), di mana nitrit dikonversi ke nitrat. Aquaponic mungkin adalah yang paling dapat diterapkan untuk organik hidroponik  keberlanjutan.

Dalam pandangan saya faktor kunci untuk masa depan pertanian harus keberlanjutan. Sistem berbasis tanah organik di greenhouse, pada kenyataannya tidak berkelanjutan, sedangkan sistem organik hidroponik lebih berkelanjutan.

Rabu, 20 Februari 2013

SCTV dan Indosiar terancam ditendang dari BEI

SCTV dan Indosiar terancam ditendang dari BEI
Dua stasiun televisi nasional terancam didepak dari lantai bursa saham. Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen mengungkapkan, penggabungan usaha antara dua media yakni PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) menyebabkan satu diantaranya harus keluar dari lantai bursa. Saat ini, keduanya merupakan emiten yang tercatat di BEI.
"Satu mau delisting, sifatnya sukarela tapi belum tahu yang mana, itu kan sama seperti merger ya, kita lihat nanti hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mereka, perusahaan mana yang kira-kira bisa surviving," ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (20/2).
Dia menambahkan, proses penggabungan usaha atau merger dua media tersebut ditargetkan rampung 1 Mei 2013. Proses ini kemungkinan besar membuat Indosiar harus melakukan delisting perdagangannya di BEI. Dalam rencana merger tersebut, saham Indosiar kemungkinan akan dikonversi ke saham SCTV.
Sekadar diketahui, dalam prospektus, rencana merger telah mengantongi izin dari dewan direksi 15 Februari 2013. Kemudian keduanya akan menggelar RUPS pada 5 April 2013. Harapannya dapat meningkatkan sinergi dan efisiensi perusahaan dari perampingan operasional dan penghapusan duplikasi kegiatan operasional yang sebelumnya harus dijalankan oleh kedua perusahaan terpisah.

Hary Tanoe siapkan puluhan triliun saingi Trans Studio

Hary Tanoe siapkan puluhan triliun saingi Trans Studio
Taipan media Hary Tanoesoedibjo tengah mempersiapkan saingan taman hiburan milik Chairul Tanjung, Trans Studio. Taman hiburan saingan Trans Studio tersebut nantinya akan terletak di taman wisata Lido, Sukabumi, Jawa Barat.
Direktur PT Global Mediacom David Fernando Audy mengatakan, lahan Lido Lakes Resort yang sebelumnya dikelola oleh Bakrie akan menjadi lahan yang pas untuk taman hiburan tersebut. Nantinya, taman hiburan ala MNC tak kalah canggih dengan Gold Coast di Australia.
"Kalau Trans Studio kan hanya satu studio, kalau ini banyak. Sekelas Gold Coast di Australia itu lah," ujar dia kepada merdeka.com, Senin (11/2).
Dia mengaku, pihak MNC akan mempersiapkan puluhan triliun untuk proyek jangka panjang ini. "Ini proyek jangka panjang. Kira-kira sepuluh tahun nanti baru bisa jadi," kata dia.
Sebelumnya, MNC telah membeli Lido Lakes Resort dari Bakrie, sepaket dengan jalan tol yang dikelola oleh dinasti calon presiden Aburizal Bakrie. MNC diketahui telah menggelontorkan Rp 2 triliun untuk pembelian jalan tol dan resort tersebut.
Taipan Chairul Tanjung terlebih dahulu terjun dalam dunia taman hiburan ini. Di tahun 2009, dia mendirikan Trans Studio di Makassar lalu disusul Trans Studio Bandung. Investasi untuk membuat taman hiburan tersebut diperkirakan mencapai Rp 1 triliun.